Header Ads

Kader Posyandu Kini Dapat Insentif Rp. 50 Ribu Perbulan

Kepala Dikes Kabupaten Bima, Drs. H. Hefdin Umar, M.Kes
Samada Pos, Kabupaten Bima –  Petugas atau kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang mengurusi kesehatan bayi dan balita ditingkat Desa di Kabupaten Bima akan diberikan insentif. Mereka diberikan insentif sebesar Rp 50 ribu perbulan dari Alokasi Dana Desa (ADD).

“Sekarang kader posyandu yang bertugas menimbang bayi sudah diberikan insentif sebesar Rp 50 ribu dari ADD,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima, Drs H. Hefdin Umar M.Kes kepada wartawan, Kamis (28/7).

Hefdin mengatakan, dulunya kader posyandu hanya bekerja secara sukarela atau swadaya untuk membantu dan mendampingi tenaga kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Dinas untuk mengurus kesehatan bayi dan balita. Misalnya dalam Imunisasi, pemberian vaksin atau kegiatan Posyandu lainnya.

“Dulu hanya swadaya, namun sekarang akan diberikan insentif,” katanya.

Meski insetif yang diberikan relatif kecil. Hefdin meminta agar semangat kader Posyandu untuk mewujudkan bayi dan balita sehat tidak surut. Mengingat selama ini seluruh kader posyandu yang tersebar di 191 desa tidak digaji ataupun belum ada tunjangan dari pemerintah.

“Semoga semangatnya tidak surut, itu harapan kami,” harapnya. 

Selain itu, untuk memujudkan masyarakat sehat tidak hanya dibebankan pada tenaga medis. Karena hal itu menjadi tugas lintas sektor. Apabila kerja sama terjalin maka desa siaga kesehatan akan terwujud.

Mengingat saat ini, hanya desa Rabakodo Kecamatan Woha yang satu-satunya desa siaga di Kabupaten Bima. Lantaran kader posyandu di wilayah ini cukup aktif dan bekerja keras untuk mewujudkan desa siaga yang bersih dan sehat.

Bahkan desa tersebut menjadi salahsatu desa siaga yang terkenal di level regional. Menjadi contoh bagi desa di NTB khususnya kabupaten Bima membiasakan warganya hidup sehat, bersih dan mampu menjaga lingkungan sekitar.


“Desa siaga itu, ketika kadernya aktif mampu berperan, membantu dan mendampingi masyarakat yang sakit untuk  dibawa ke tempat pelayan kesehatan terdekat, seperti ke Pustu dan Puskesmas,” pungkasnya.(SP.02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.