Header Ads

HMI Cabang Dompu Menyoroti Kinerja Inspektorat



Ketua HMI cabang Dompu, Slamat Abadi Sentosa alias Bdel,
saat diwawancarai wartawan di taman kota Dompu, Senin (17/10/2016)

Dompu, Samadapos.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Dompu, mempertanyakan kinerja pihak Inspektorat kabupaten Dompu dalam menjalankan tugas dan kewajibanya. Salah satunya mengenai laporan dugaan penyimpangan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) yang terjadi di sejumlah Desa yang ada di kabupaten Dompu.

Ketua HMI cabang Dompu, Slamat Abadi Sentosa alias Bdel, mengatakan, bahwa pihaknya mempertanyakan prfesionalisme kerja yang dilakukan oleh Inspektorat Dompu. Sebab selama ini, kata dia, inspektorat Dompu tidak mampu menjalankan tugas dan kewajibanya secara maksimal.

”Untuk diketahui bahwa masih adanya laporan terkait dengan dugaan penggelapan dana ADD. Dan itu juga terjadi di Desa Mbawi dan Dorebara,” ungkapnya, saat diwawancarai wartawan di taman kota Dompu, Senin (17/10/2016) lalu.

Menurut Bdel, berbicara Desa Dorebara, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) hasil audit Ispektorat Dompu, terhadap Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) penggunaan anggara di Desa Dorebara pada Tahun 2015, itu hasilnya nihil. Sementara kondisi riil yang terjadi di lapangan, kata dia, memang terdapat kejanggalan yang dilakukan oleh pemerintah desa setempat.

Tidak hanya itu, berdasarkan hasil audit secara khusus yang dilakukan oleh inspektorat ditemukan kerugian Negara hanya senilai Rp. 9 Juta. Sementara hasil kroscek pihaknya dilapangan menemukan bahwa kerugian Negara bukan Rp. 9 Juta, melainkan melebihi dari nilai tersebut.

”Sebab itu kami menilai bahwa kinerja inspektorat Dompu tidak professional dan mereka lalai dalam menangani hasil audit tersebut,” beber Bdel.

Sepengetahuan Bdel, inspektorat merupakan penentu keuangan Negara. Namun, jikalau inspektorat Dompu lalai dan tidak professional dalam menjalankan tugas dan kewajibanya, maka kemungkinan besar akan terjadi kerugian Negara, lebih khususnya daerah kabupaten Dompu.

Karena itu, kata Bdel, pihaknya dari HMI cabang Dompu menantang pihak inspektorat untuk segera menyelesaikan proses audit terkait dengan laporan masyakat mengenai masalah ADD yang ada di sejumlah Desa se-kabupaten Dompu.

”Penanganan kasus ADD dan DD desa Dorebara, jangan sampai ada konsporasi antara pihak Inspektorat dengan Pemerintah Desa. Begitu juga kasus – kasus yang ada di desa dan keluarahan lainya yang ada di Kabupaten Dompu,” tegasnya.

Disinggung mengenai proses akhir penanganan kasus yang selama ini hanya diselesaikan di internal pemerintah saja (Inspektorat Dompu)…? Bdel membenarkan, bahwa memang selama ini proses akhir penanganan kasus oleh ispektorat Dompu, hanya berupa pembinaan yang diberikan kepada pelaku pelaku yang diketahui melanggar. Begitu juga, kata dia, mengenai kerugian Negara yang selama ini diselesaikan dengan cara mengembalikan kerugian Negara tersebut.

”Kalau hanya disuruh mengembalikan uang Negara itu, kami rasa itu tidak maksimal. Sebab itu sama saja memberikan ruang kepada oknum yang nantinya akan melakukan pelanggaran yang sama. Mending para pelaku pelaku itu diberikan sangsi tegas, bila perlu dipecat dari jabatanya,” katanya.

Bdel menegaskan, apabila sikap ispektorat Dompu masih saja seperti ini, maka HMI cabang Dompu dalam waktu dekat akan turun ke jalan dan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Inspektorat Dompu.”Saat ini kami masih melihat dan mengikuti terus seperti apa sikap dan kinerja Inspektorat Dompu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Tapi kalau kinerja mereka  masih saja seperti ini, maka kami akan melakukan unjuk rasa dengan jumlah massa yang banyak,” ancamnya.

Tidak hanya itu, lanjut Bdel, pihaknya juga akan mendesak DPRD dan Bupati Dompu untuk segera mengevaluasi kinerja inspektorat Dompu dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. ”Intinya kami HMI cabang Dompu tidak akan pernah tinggal diam,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Dompu,  Ir. H. Syaiful H. Salahuddin M.Si, yang didatangi wartawan ini di kantornya, tidak berhasil ditemui lantaran yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat.”Maaf pak, pimpinan kami tidak ada. Beliu baru saja keluar,” tutur salah satu pegawai Inspekrorat Dompu.(SP.05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.