Header Ads

Pangdam IX Udayana Silaturahmi Dengan Pemda Dompu


Logo Kodam Udayana
Dompu, MediaNTB.com – Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Kuswanto Widyatmoko bersama rombongannya, Jumat (21/10/2016) mendatangi kantor Pemerintah (Pemda) Dompu. Hal tersebut dalam rangka bersiliturahmi dengan jajaran Pemda, salah satunya Bupati Dompu, Drs. H Bambang M Yasin.

Acara silaturahmi yang berlangsung di pandopo Bupati Dompu tersebut, dihadiri langsung oleh pihak – pihak terkait. Diantaranya, pejabat eselon II, III dan IV, anggota DPRD Dompu, jajaran Veteran Dompu, Tokoh agama dan masyarakat serta para undangan lainya.

Bupati Dompu, Drs. H Bambang M Yasin, melalui sambutanya dalam acara silaturahmi tersebut memaparkan, bahwa program yang menjadi unggulan kabupaten dompu adalah Pijar. Bahkan program pijar ini, kata dia, ditambahkan menjadi program terpijar.”Alasan kami merubah nama program pijar dan menjadi terpijar karena terpijar melibatkan TNI Polri dengan membangi tanggung jawab setiap 1000 hektar dan para bintara desa bertanggung jawab 100 Hektar,” jelasnya.

Diakui Bupati, dirinya bangga dengan mantan Dandim Dompu (H Kusdiro, red) yang dulunya menjalankan ibadah haji dengan memakai uang dari hasil tanaman jagung yang beliu tanam.”Cerita tentang pengabdian di dompu ini tidak terlepas dengan keberadaan TNI dan Polri,” katanya.

Diceritakan Bupati, daya ungkitnya di tahun 2014, tepatnya saat Kodam melakukan rapat pimpinan di dompu, itu sangat luar biasa terhadap intensitas pangan di wilayah Dompu ataupun NTB pada umumnya.”Kami mengalami perubahan yang signifikan. Kalau bisa saya memohon cerita itu bisa diulangi lagi pada masa jabatan bapak Pangdam yang baru ini,” pintanya.

Dikatakan Bupati, Danramil masih menjabat dua wilayah seperti Kecamatan Manggelewa yang masih satu dengan Kecamatan Kempo. Namun perkembangan penduduk pertumbuhan aktivitas, maka dengan hormat pos ramil manggelewa bisa dinaikan kelasnya. Sehingga keberadaan TNI bisa menjaga ketertiban dan investasi pembangunan daerah.

”Di Dompu ini sudah ada pabrik tebu dan gula dengan kapasitas terpasang 8000 Ton per-hari. Namun saat ini hanya kendala lahan dan semoga bisa segera dilakukan ekspansi. Hal ini sampaikan karena multiplayer efeknya sangat dibutuhkan dan lapangan pekerjaan bisa tersedia,” ucapnya.

Hal lainya, lanjut Bupati, saat ini sedang dilakukan eksplorasi emas dan tembaga yang posisinya sekelas dengan Free Port Papua. Walau keberadaanya awalnya di tolak, namun setelah dilakukan pendekatan kini sudah berjalan dengan baik dan tahun depan konsep konstruktifnya sudah bisa dilakukan.”Semoga semua bisa berjalan dalam membangun kesejateraan dan kemakmuran rakyat,” cetusnya.

Tidak hanya itu, sambung Bupati, tugas pemerintah dalam membangun ekonomi rakyat sedikiti demi sedikit dapat teratasi. Masyarakat Dompu juga setelah menanam jagung dilanjutkan dengan menanam kacang hijau (ijao).”Dulu dompu paling miskin di NTB dan sekarang berkat jagung kami berada diurutan satu dengan daya beli kedua setelah kota mataram. Angka kemiskinan di daerah ini adalah yang terendah (14,2 porsen, Red),” ungkapnya.

Ditambahkan Bupati, dampak positive dari penanaman jagung telah memberikan kemajuan ekonomi rakyat yang dulunya mengalami ketertinggalan. Namun sekarang sudah lebih modern. Tidak hanya itu, jagung telah mampu menekan angka pertumbuhan penduduk dengan menyibukan rakyat dengan aktivitas menanam  jagung.”Dipertenakan juga diperhitungkan seperti pemeliharaan sapi bali. Salah satunya, sapi brahma (Australia, Red),” jelasnya lagi.

Bahkan pemeliharaan sapi Brahma ini, kata dia,  juga sudah mendapat ijin dari gubernur yang menyatakan bahwa dompu boleh memasukan sapi tersebut.”Sapi bali yang semakin kecil maka akan diikuti uangnya semakin kecil dan hal ini diharapkan dapat mengutangi inpor sapi di Negara. 4000 sampai 5000 ton jagung dalam mengurangi inpor jagung dan gula. Kami bercita – cita untuk menyumbang devisa kepada pemerintah melalui jagung, sapi, gula dan pertambangan,” paparnya.

Sementara itu, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Kuswanto Widyatmoko, melalui sambutanya juga mengaku, bangga dengan Bupati Dompu Drs. H Bambang M Yasin yang selalu memberikan kontribusi besar, baik untuk daerah maupun untuk Negara ini.”Produksi jagung di dompu ini sangat membanggakan dan Bupati Dompu telah membuktikan kinerjanya dalam membangun dan mensejaterakan masyarakatnya,” ucapnya.

Pangdam juga menyakini, bahwa pencapaian pembangunan di dompu sangat luar biasa. Hal itu juga dibuktikan melalui program pijar yang sekarang sudah menjadi program terpijar.”Saya yakin apa yang dilakukan bupati dompu bersama jajaranya di bawah dan tokoh masyarakat sangat bersinergi dalam membangun dengan hasil nyata. Bupati betul – betul mempedomani Nggahi Rawi Pahu atau berbuat sesuai kenyataan,” katanya.

Pangdam menyebutkan, apa yang dilakukan oleh para pejuang dulu bertujuan untuk menciptakan persatuan dan hal itu harus dilekatkan nilai perstuan karena bangsa ini adalah bangsa yang beragama, suku dan budaya.”Persatuan untuk kemajuan bangsa yang satu, itu sangat penting. Orang Indonesia harus bersatu dengan menghormati keberagaman,” tuturnya.

Pangdam berjanji, TNI utamanya Kodam akan tetap memajukan sisi pertanian untuk memajukan setahap demi setahap apa yang telah menjadi harapan dan cita – cita bersama, terutama di wilayah kabupaten Dompu.”Kondisi masyarakat secara social harus tetap terbangun dan kami akan tetap siap dan berupaya untuk terus membantu dalam memajukan wilayah ini. Kami sangat sadar bahwa kekuatan kami ada pada rakyat termasuk dukungan dan ikatan rakyat. Tantangan apapun yang datang, kami akan kuat bila tetap bersama rakyat,” tandasnya.

Mengenai Koramil, Pangdam juga berjanji akan meningkatkan kelasnya. Namun terlepas dari hal itu, kata dia, dirinya meminta maaf apabila ada anggotanya yang melakukan kekeliruan dan kesalahan.”Tolong kami diberitahu. Kami sangat terbuka dalam menerima saran dan kritikan . Kami ingin organisasi yang lain juga terbuka dengan masyarakat ,” tutupnya.(ADVERTORIAL)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.