Header Ads

Madapangga Masih Aman dan Kondusif Dari Peredaran Obat Terlarang


Iptu Rusdin
BIMA, Media NTB - Seiring perjalanya waktu, laju kehidupan masyarakat mengalami perubahan yang cukup drastis lebih khusus berkaitan dengan keamanan dan ketertiban. Tak terkecuali diberbagai wilayak kecamatan di kabupaten Bima selalu muncul persoalan hukum dan kriminal, berbagai persoalan itu cendrung dilakoni oleh para pemuda bahkan didominasi oleh remaja dan pelajar.

Meningkatnya prilaku kejatan yang melibatkan para remaja dan pelajar itu kemudian menimbulkan pertanyaan, hingga memunculkan spekulasi bahwa semua itu terjadi akibat pergaulan bebas dan pengaruh konsumsi obat melebihi kapasitas penggunaan yang bukan tempatnya.

Dari beberapa hasil penyelidikan sampai pada proses penagkapan dilakukan oleh pihak kepolisian dibeberapa tempat dan wilayah membenarkan. Sekitar 90% pelaku kriminalitas, pencurian, perampokan, jambret dan bahkan pembunuhan pun itu akibat pengaruh buruk setelah mengkonsumsi obat Tramadol dan sejenisnya.

Kapolsek madapangga Iptu Rusdin saat ditemui Media Ntb di ruangan kerjanya Rabu (26/03/2017) mengaku, memang peredaran obat-obat terlarang semacam Tramadol dan sejenisnya sudah meluas di berbagai wilayah dan sasaranya kalangan pemudah, remaja dan pelajar.

"Memang peredaran Tramadol dan sejenisnya semakin meluas, skarang di Madapangga pun sudah banyak generasi muda yang mengonsumsi dan dianggap gaya hidup, meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian" ungkap pak kapolsek

Bahkan yang membuat anak-anak remaja usia sekolah kuat begadang hingga larut malam pun itu disebabkan pengaruh konsumsi obat-obatan itu. Akibat lain pikiran mereka cendrung kearah negatif seperti pencurian, perkelahian dan lain-lain.

"Meskipun demikian keadaanya, kami tidak pernah tinggal diam dan tetap melakukan langkah pencegahan dan penanggulangan, mulai dari kegiatan penyuluhan hukum di tiap-tiap sekolah Smp dan Sma, memberikan pembinaan disaat upacara hari Senin, sosialiasi ditiap-tiap desa serta melakukan kordinasi dengan para stake holder. Supaya dilakukan pembinaan lebih lanjut pada setiap pertemuan maupun kegiatan dilakukan di desa maupun kecamatan" terangnya

Harapan kedapan, kepada seluruh lapisan masyarakat dan keluarga serta orang tua agar tetap waspada dan terus lakukan pengawasan terhadap perkembagan anak-anaknya, jangan terlalu pihak lain untul mengurus anak. Seperti sekolah, polisi atau pemerintah. orang tua lebih bisa dan punya banyak.(Must)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.