Header Ads

Curi Ternak, Seorang Petani di Desa Tolotangga Bima Diamankan Polisi

Terduga Pelaku
Bima, Media NTN - Jajaran Polsek Monta, Minggu (19/5) sekitar pukul 20.00 Wita, berhasil mengamankan seorang warga terduga pelaku tindak pidana pencurian hewan berupa 1 ekor sapi jantan di desa Tolotangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Hewan ternak itu diketahui milik korban atas nama Jaharuddin (40) seorang petani, warga Rt. 04 desa Tolotangga, Kecamatan Monta, kabupaten Bima. 


"Sedangkan terduga pelaku yang diamankan inisialnya  MS alias S N, 52 tahun, Petani, warga Rt. 03 desa Tolotangga, Kecamatan Monta Kabupaten Bima," ungkap Kapolres Bima, AKBP Bagus S Wibowo, S. IK, melalui Kasubbag Humas Iptu Hanafi.


Kronologis kejadiannya adalah pada hari Minggu (15/5), sekira pukul 17.00 Wita, pada saat korban sedang menuju ke gunung tempat pelepasan sapi miliknya, dalam perjalanan korban diberitahu oleh warga bahwa 1 ekor sapi jantan miliknya terlihat di bawa oleh terduga pelaku. 


"Korban bersama warga lainnya berusaha mencari dan mengikuti jejak terduga pelaku dan kemudian korban bersama warga lainnya berhasil menemukan terduga pelaku yang sedang membawa 1 ekor Sapi jantan miliknya," terang Iptu Hanafi.


Selanjutnya, korban dibantu oleh warga lainnya langsung membawa dan mengamankan terduga pelaku beserta 1 ekor sapi jantan miliknya menuju rumah korban. 


Mendengar informasi kejadian tersebut, personil polsek Monta dan personil Subsektor Wilamaci langsung menuju desa Tolotangga untuk melakukan evakuasi terhadap terduga pelaku dan langsung membawa dan mengamankan terduga pelaku di Polsek Monta untuk diproses secara hukum.


Evakuasi  untuk  mengamankan terduga pelaku dilakukan oleh 3 personil Polsek Monta dan Subsektor Wilamaci yang dipimpin oleh Kasubsektor Wilamaci Aiptu Syahril berjalan aman, tertib dan lancar. 
Barang Bukti (BB) 

Kapolres Bima mengimbau kepada pemilik hewan agar tradisi turun temurun  melepas liar hewan peliharaan  di gunung sebaiknya di rubah dengan cara dikandangkan baik secara individu maupun kolektif sehingga mudah di awasi. 


"Jika terus-terusan hewan dilepas di gunung, maka itu memberikan peluang dan  kesempatan  kepada para pelaku kejahatan  untuk melakukan aksi pencurian," Imbuhnya melalui Hanafi.(M)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.