Header Ads

Kosambo Gelar Session Sharing, Hadirkan Akademisi dan Praktisi Ekonomi Lokal Bima

Bima, Media NTB - Untuk kali pertamanya dilaksanakan di Bima, sinergitas Akademisi, Praktisi Ekonomi dan Pemberdayaan, menggelar pertemuan yang diberi nama Sharing Session. Dengan mengambil tajuk "Menapaki 'Peta jalan baru' Kebangkitan Ekonomi Terintegrasi Di Dana Mbojo".



Sharing Session dihelat semalam (Sabtu, 8/6) di Villa Kosambo Kota Bima. Hadir dalam pertemuan tersebut, Doktor Muhammad Firman (Dosen Ekonomi dan Bisnis Unram), Doktor Addinul Yaqin (Dekan Fak Pertanian Unram), Doktor Dahlan Abubakar (Dosen Sastra Unhas), Doktor Ibnu Khaldun (Ketua STKIP Tamsis), Doktor Sukri Abubakar (Ketua STIT Sunan Giri Bima), Doktor Ibrahim (Akademisi Unbraw), Doktor Ridwan (Akademisi STIH Muhammadiyah Bima), Doktor Wahyu Abubakar, Dokter Nasrullah (Dir Medical Blue sea Island), Syamsuriansyah, M.Kes (Dir Politek Medical Farmasi).



Disamping itu turut hadir pula, perwakilan STIPAR (Sekolah Tinggi Pariwisata) Bima, Solud (Solidaritas Untuk Demokrasi) Bima, Komunitas TDA (Tangan Di Atas) Bima, Komunitas Babuju, LP2R dan tamu undangan lainnya.



Kegiatan digagas oleh H. Sutarman H. Masrun MM, ini sebagai bagian awal dari rencana besar yang dibahas di WAG (WhatsApp Group) 'Bima Berhikmad', dipandu oleh Rangga Babuju, koordinator Komunitas Babuju, Bima.



H. Sutarman mengharapkan adanya solusi yang tepat guna percepatan ekonomi Bima dalam menyongsong perubahan Era yang semakin cepat. "Laju ekonomi kita tidak signifikan dengan perubahan Era yang cukup cepat. Ini perlu adanya urung rembuk untuk menemukan role mode percepatan itu. Tentu saja, Akademisi, Praktisi Ekonomi dan Pelaku Pemberdayaan harus sering duduk bersama untuk melahirkan sinergitas yang tepat" Ungkapnya membuka Sharing Session, semalam.



Doktor Firmansyah, sependapat dengan harapan H. Sutarman. "Salah satu solusi untuk Bima saat ini adalah Mode Triple Helix, dimana didalamnya secara intensi Akademisi, Pelaku Usaha dan Pemerintah bertemu baik secara formal maupun non formal dalam merancang hingga mengimplementasikan program peningkatan dan percepatan pembangunan ekonomi sebuah daerah" Tegas, pria asal Rabadompu yang kini mengajar Ekonomi dan Bisnis di Fakultas Ekonomi Unram.



Senada dengan hal itu, Doktor Addinul Yakin, bahwa untuk memaksimalkan hal itu, pemerintah sesungguhnya tidak perlu lelah-lelahan, cukup dengan fasilitas pertemuan para Akademisi dan Pelaku Usaha serta Praktis Pemberdayaan yang ada maka akan lahir diversifikasi produk inovatif yang dapat menjadi aset atau potensi andalan daerah" Ungkapnya.



Diakhir Pertemuan, para peserta menyepakati adanya 'Bima Invesment Forum' sebagai 'Peta Jalan Baru' Kebangkitan Ekonomi yang terintegrasi di Bima.(RB) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.