Header Ads

Bupati Buka Workshop Penyusunan Rencana Kontijensi Bencana Banjir Tahun 2019


Bima, Media NTB - Penyusunan rencana kontijensi bencana banjir tahun 2019 digelar, kegiatan ini dilaksanakan di aula SMKN 3 Kota Bima pada hari Selasa (2/7) dibuka langsung oleh Bupati Bima yang diwakili oleh Assisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bima Ir. H.Nurdin. Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Kalag BPBD beserta jajaranya, Kepala BWS Kabupaten Bima, KPH Donggo Masa, Basarnas Bima, Kepala BMKG Cabang Bima, Camat, LP2 DER,Forum PRB Kabupaten Bima. Narasumber berasal dari unsure BPBD Kabupaten Bima, Unsur BMKG, Rangga Babaju.




Ir. H.Nurdin dalam arahan mengatakan bahwa Pada kesempatan ini saya juga ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada BPBD Kabupaten atas kesungguhan dan kerja keras dalam pengabdiannya demi kemanusiaan, sehingga BNPB dan BPBD semakin dikenal oleh masyarakat.





Kerja keras tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab kita kedepan, untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan penanggulangan bencana, Pengintegrasian penanggulangan bencana sebagai prioritas dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah, dan menjabarkannya kedalam rencana strategis BPBD dan organisasi perangkat daerah terkait;  Memberikan input dalam rangka harmonisasi peraturan perundang – undangan yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi penanggulangan bencana di daerah.



Pemerintah daerah sebagai first responder penanggulangan bencana dan sekretaris daerah selaku kepala BPBD  ex-officio sebagaimana amanat undang – undang agar terus memperkuat kelembagaan BPBD, menyiapkan dan melatih personil yang handal, serta mengalokasikan dan meningkatkan dukungan anggaran yang memadai termasuk dana siap pakai bagi penyelenggaraan penanggulangan bencana;



Pembahasan Penyusunan Rencana Kontinjensi Ancaan Banjir di Kabupaten Bima ini, merupakan proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada keadaan yang kemungkinan besar akan terjadi, namun juga belum tentu terjadi. Suatu rencana kontinjensi mungkin tidak selalu pernah diaktifkan jika keadaan yang diperkirakan, tidak pernah terjadi. 




Penyusunan Rencana Kontinjensi ini dilakukan secara bersama antar lembaga dan pelaku penanggulangan bencana, baik pemerintah maupun non-pemerintah. Bencana banjir dapat menimbulkan dampak yang luas terutama pada terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Agar pada saat tanggap darurat dapat terkelola dengan cepat dan efektif serta sebagai dasar memobilisasi berbagai sumber daya para pemangku kepentingan (stake holder).




Rencana Kontinjensi bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta membangun komitmen bersama antar lembaga pelaku penanggulangan bencana di Kabupaten Bima dengan  Lingkup cakupannya meliputi ancaman bencana banjir Kabupaten Bima. Sementara itu sasaran dari kegiatan ini adalah dalam rangka meningkatkan pemahaman terkait dengan kebencanaan dan keaspadaan bagi pemangku kepentingan dan masyarakat. 
Saya berharap melalui kegiatan ini, akan tersusun prosedur tetap  terkait dengan penanganan bencana, sehingga apabila terjadi bencana maka kita selaku unsur pemerintahan dalam hal ini pihak BPBD dan Tagana selau siap sedia dalam menghadapi bencana tersebut dalam rangka menyelamatkan warga masyarakat.




Menurut Kepala Bidang Penanganan Bencana dan Pemadam Kebakaran  pada BPBD Kabupaten Bima M. Chandra Kusuma, AP dalam pengantar bahwa kegiatan ini sebagai upaya kita bersama dalam rangka menghadapi bencana sewaktu – waktu terjadi, sehingga dari bencana banjir tersebut kita telah siap untuk menghadapi bencana banjir tersebut dalam rangka menyelamatkan warga masyarakat yang mengalami bencana.
Oleh karena itu, dengan begitu  pentingnya rencana kontijensi untuk dilakukan agar dapat memperkirakan dampak yang terjadi ketika bencana terjadi dengan lebih siap dan mengurangi resiko bencana seperti korban jiwa.




Selain itu penyusunan rencana  kontinjensi merupakan salah satu dari berbagai rencana yang digunakan dalam siklus manajemen risiko. Perencanaan kontijensi dilakukan ketika terdapat potensi untuk terjadinya bencanan atau pada tahap aktivitas kesiapsiagaan. Siklus manajemen risiko tersebut (termasuk perencanaan kontijensi) digunakan dalam pengelolaan bencana berbasis kewilayahan.



Momentum ini dilanjutkan dengan pemberian materi yang disampaikan oleh para narasumber dari unsure BPBD Kabupaten Bima, Unsur BMKG dan Rangga Babaju.(NM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.