Header Ads

Ini Cerita Wahyu Saat Ibunya Ditolong JKN - KIS


Bima, Media NTB - Tanpa disadari Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) telah menginjak tahun kelima. Hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN_KIS) JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan sejak tahun 2014 telah mengubah sistem kesehatan di Indonesia. Melalui Program JKN-KIS, banyak masyarakat yang telah merasakan manfaat perlindungan kesehatan. Dengan Program JKN-KIS, masyarakat tidak perlu lagi mengkhawatirkan biaya pelayanan kesehatan yang tinggi, terutama untuk penyakit katastropik.




Wahyu Okta (26) adalah salah satu peserta yang telah merasakan manfaat luar biasa dari program JKN – KIS. Saat ditemui tim Jamkesnews.com, pria yang saat ini bekerja sebagai Pegawai PT. Pos Indonesia Cabang Bima dengan antusias menceritakan pengalamannya saat anggota keluarganya ditolong oleh Program JKN-KIS.




“Sekitar bulan September 2018 lalu, ibu saya sakit dan didiagnosa terkena Tumor Payudara. Saya panik, karena tentunya pengobatan tumor itu butuh biaya yang tidak sedikit. Dengan harap cemas, ibu saya menjalani pengobatan menggunakan JKN-KIS di RSUD Petala Bumi Pekanbaru, Riau. Syukur Alhamdulillah mulai dari check-up, tes darah dan kesehatan, operasi tumor, hingga proses rawat inap di rumah sakit dilalui ibu saya. Dan semua biayanya dicover oleh JKN-KIS secara gratis. Padahal saya tahu, biaya pengobatan tumor itu mahal sekali, tapi syukurnya biaya pengobatan ibu saya ditolong oleh JKN – KIS”. Kenang Wahyu.




Wahyu mengungkapkan selama ibunya dirawat sebagai peserta JKN-KIS, ibunya dilayani dengan sangat baik dan tidak dibeda – bedakan sebagai peserta JKN-KIS, sehingga ibunya merasa tenang dan nyaman menjalani pengobatan.
“Saya dan keluarga telah menggunakan fasilitas kesehatan beberapa kali di beberapa rumah sakit dan klinik yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Benar – benar program JKN-KIS sangat menolong dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal dan komprehensif tanpa perlu memikirkan biaya pengobatan”, Jelasnya.




Wahyu berharap agar Program JKN-KIS terus ditingkatkan dari segi pelayanan sehingga mutu layanannya semakin bagus dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Lebih lanjut ia juga mengajak kepada semua masyarakat yang belum terdaftar agar segera mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS.




“Sakit memang bisa datang kapanpun dan kepada siapapun, untuk itulah kita perlu memiliki perlindungan. Jadi jangan tunggu sakit dulu baru daftar JKN-KIS. Mari kita bergotong royong membantu sesama. Dengan iuran yang terjangkau, manfaat yang diperoleh sangat besar”. Tutupnya.(Ucok)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.