Header Ads

Optimalisasi Literasi Media Guna Menangkal Hoaks dan Radikalisme Demi Kondusivitas Pelantikan Presiden


Oleh : Zulkarnain Fuad (Relawan Forum Pegiat Media Sosial Independen)


Menimbulkan kepanikan dan ketakutan massal adalah salah satu alasan penting aksi teror digencarkan. lihat saja kasus penusukan yang menimpa Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. (10/10).


Kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku merupakan bagian kelompok radikalisme yang sangat berbahaya.


Rasanya paham radikalisme masih saja bersemayam di negeri ini dan belum sepenuhnya hilang, doktrinnya terus bersemayam dalam pandangan hidup selama hayat dikandung badan segelintir orang.


Literasi Adalah Senjata

Lantas, di tengah kegeraman kita pada pelaku teror seperti ini, apakah kita hanya akan berdiam diri? Apa yang bisa kita lakukan selain mengutuk pelaku teror dan mendukung kinerja aparat? Tentu banyak. Salah satunya, dalam berkegiatan di media sosial.


Cepat tersebarnya berita-berita hoax di media sosial saat ini, adalah karena budaya literasi yang rendah di masyarakat kita. Masyarakat dengan budaya literasi yang baik tentu tidak akan mudah percaya dengan berita bohong atau isu-isu yang dapat menyulut perpecahan, konflik, bahkan berpotensi melahirkan teror dan kekerasan. Apalagi saat ini marak di media sosial apa yang menimpa bapak Wiranto dianggap sebuah drama atau sandiwara yang sengaja diciptakan untuk maksud tertentu. Begitu jahat pihak tersebut, begitu tega menuduh peristiwa kekerasan atau teror yang menimpa bapak Wiranto sebuah rekayasa drama. Disinilah diperlukan.literasi kepada Masyarakat agar dapat menganalisis setiap kabar atau berita, dan mencari dari sumber-sumber yang terpercaya atas sebuh peristiwa.



literasi dapat menjadi senjata yang penting untuk melawan balik tulisan-tulisan di media sosial yang mengandung radikalisme, berbau kekerasan, dan isu-isu penyesatan yang berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan serta distrust kepada para pemimpin kita.. Dengan budaya literasi yang baik akan muncul masyarakat yang menghasilkan tulisan-tulisan positif, sejuk, jauh dari hal-hal berbau kekerasan atau memecahbelah.



Dari perkembangan yang ada terjadi beberapa peristiwa yang dapat menggangu jalannya agenda.nasional, sementara sesuai dengan rencana, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI akan dilaksanakan pada hari Minggu 20 Oktober 2019.



Mari kita dukung dan jaga rencana pelantikan tersebut, jangan ambil resiko, mari lakukan literasi media baik itu media sosial dan media massa agar tumbuh optimisme bangsa Indonesia, karena kita adalah negara yang berdasarkan konstitusi, karena itu tiap Ancaman terhadap pelantikan adalah pelanggaran konstitusi.



Semoga Allah melindungi Bangsa Indonesia, Aamiin.(**)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.