Header Ads

TPID Bersama Pendamping Desa Mendorong Desa Membentuk Rumah Desa Sehat


Bima, Media NTB - Pendamping desa pemberdayaan bersama Tim pelaksana inovasi desa (TPID) Kecamatan madapangga mendorong desa untuk pembentukan pengurus "Rumah Desa Sehat" (RDS) diseluruh desa se-Kecamatan Madapangga yang telah berlangsung sejak selasa (8/10) hingga selasa (15/10) di masing-masing desa yang ada di kecamatan madapangga.



Kegiatan tersebut melibatkan tokoh masyarakat toga, toma, tokoh pendidik, tokoh pemuda, keterwakilan dari dinas kesehatan yang bertugas di wilayah kecamatan madapangga.



Ibnu Abbas selaku ketua Tim Inovasi desa (TPID) Kecamatan madapangga menyampaikan bahwa TPID bersama pendamping desa yang bertugas di wilayah kecamatan madapangga mendorong desa agar membentuk pengurus harian Rumah Desa Sehat (RDS) karena ini merupakan program nasional untuk menangani stunting.  Rumah Desa Sehat ini adalah sekretariat bersama atau forum bagi para penggiat kesehatan untuk duduk bermusyawarah, untuk belajar, untuk sosialisasi kesehatan dan untuk mengadvokasi kesehatan di desa, sehingga desa ketika mengeluarkan kebijakan dan menganggarkan kegiatan yang berkaitan dengan stunting memiliki dasar data yang kuat dan tervalidasi yang pada akhirnya lahir kebijakan yang tepat sasaran dan berkualitas.



"Sebab, stunting ini adalah isu nasional yang mesti ditindak lanjuti,"tutur Abbas.



Sementara itu, senada disampaikan oleh pendamping desa  Wahyudin, S.Pd mengatakan, kepada pengurus yang sudah terpilih agar bekerja dengan amanah tanpa mengharapkan imbalan dan bisa merumuskan persoalan yang sudah teridentifikasi dan mengakomodir setiap persoalan kesehatan di setiap desa yang telah dibentuk RDSnya. 


"Kita berharap agar pengurus RDS dapat merumuskan persoalan  khususnya dibidang kesehatan, gizi, kesehatan lingkungan, yang berpotensi menyumbang potensi terjadinya stunting. Namun di sini benar-benar bekerja dan berperan aktif  dalam membangun desa sesuai dengan tugas dan tupoksi sehingga tahap pelaporan harus dilakukan selama satu kali dalam tiga bulan,"tutup wahyudin.(NM) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.