Header Ads

Furqan : Terima Kasih JKN-KIS Telah Melindungi Keluarga Saya


Bima, Media NTB - Sehat merupakan hak dasar setiap insan manusia, yang harus diupayakan untuk dipenuhi. Tentunya dalam hal mengupayakan kesehatan tersebut ada resiko yang kemungkinan terjadi seperti sakit atau ketidakpastian biaya pelayanan kesehatan, dimana tentunya membutuhkan biaya besar. Oleh karena itu kesehatan wajib untuk dilindungi jika sewaktu – waktu terjadi resiko, sehingga bisa mengurangi resiko tersebut, salah satunya dengan menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).



Muh. Furqan (24 tahun) merupakan salah satu peserta JKN-KISasal Desa Campa,Kabupaten Bima, yang mengerti akan pentingnya perlindungan kesehatan sebelum resiko terjadi. Pria yangs sehari-harinya bekerja sebagai security di PT. Mandiri Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN) Cabang Bimaterdaftar sebagai peserta JKN-KIS yang ditanggung oleh tempatnya bekerja. Selain itu, ia juga melindungi keluarganya dengan mendaftarkan sebagai Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU).



Furqan sapaannya, menceritakan pada tim Jamkesnews.com tentang pengalaman mendaftarkan keluarganya menjadi peserta JKN-KIS.“Waktu itu sekitar tahun 2018, Ayah saya sakit dan harus di rawat inap. Ayah saya bekerja sebagai petani, jadi dari pagi bahkan sampai malam harus bekerja menggarap sawah. Sempat kecapekan sampai sakit sehingga harus dirawat. Maklum usia sudah uzur. Saat itu Ayah saya belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Jadi, saya harus menggunakan tabungan saya untuk biaya pengobatan.”ujar Furqan.



Furqan mengatakan bahwa ayahnya tidak setuju untuk mendaftarkan keluarganya sebagai peserta. “Awalnya Ayah tidak setuju didaftarkan karena lebih baik nabung sendiri daripada harus bayar iuran. Berkaca dari pengalaman, saat itu saya berpikir sebanyak apapun menabung pasti akan habis jika digunakan untuk membiayai pengobatan, sehingga saya tetap daftarkan tanpa sepengetahuan beliau.” tambahnya.



“Lindungi keluarga dengan JKN-KIS”, motivasi kata inilah yang membuat Furqan berinisiatif untuk mendaftarkan keluarganya sebagai Peserta JKN-KIS.Dia merasa dengan terdaftar sebagai peserta JKN-KIS maka dirinya dan keluarganya merasa aman dan terlindungi jika suatu saat jatuh sakit. Selain itu dibandingkan dengan menabung, menjadi peserta JKN-KIS, resiko  akan terbagi dengan banyak orang, karena biaya pengobatan yang sakit akan dibantu oleh peserta yang sehat, sesuai dengan prinsip gotong royong.



Setelah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, Furqan juga bercerita ketika ibunya jatuh sakit. “Ibu saya merasakan langsung manfaat dari program ini. Waktu itu ibu di rawat inap di Rumah Sakit PKU Muhamadiyah Bima karena sakit paru-paru sampai muntah darah. Alhamdulillah saat itu tidak ada kendala sama sekali dengan pelayanan JKN-KIS serta tidak ada biaya sepeserpun yang saya keluarkan. Benar-benar puas.” terang Furqan.



Diakhir perbincangan, Furqan menanggapi terkait isu penyesuaian iuran. Menurutnya, penyesuaian iuran ini tidak menjadi masalah selama pelayanan di Fasilitas Kesehatan juga dapat ditingkatkan.“Bagi saya, penyesuaian iuran ini tentunya akan menimbulkan pro dan kontra. Tapi bagi saya pribadi, manfaat yang saya dapatkan jauh lebih besar dari iuran yang saya bayarkan. Tapi tentunya penyesuaian iuran ini harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan, sehingga semakin meningkatkan mutu dan citra Program JKN-KIS.” Tutupnya.(Ucok)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.