Header Ads

Hadi : Tidak Ada Kendala Menggunakan Jkn-Kis, Bahkan Saat di Luar Daerah


Bima, Media NTB - Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kini sudah tak asing bagi masyarakat di Indonesia. Tidak sedikit masyarakat yang merasa terbantu dan puas dengan program tersebut. Salah satunya adalah Hadi Syarif (55) seorang warga Lingkungan Mekar Baru Kelurahan Togeang Kota Bima merasakan betul manfaat dari hadirnya program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.  Ketika ditemui oleh tim jamkesnews.com Hadi berbagi kesan dengan antusiasmanfaat yang ia dapatkan selama menjadi peserta.




“Sekitar bulan Februari 2019, saya mengunjungi orang tua di Flores. Saat itu diatas kapal laut saya muntah–muntah. Saya piker karena mabuk laut, tapi ternyata sampai berdarah. Begitu sampai di daratan, saya langsung dibawa ke RSUD Ende. Saya didiagnosa pendarahan lambung dan dirawat inap selama seminggu. Padahal faskes saya berada di Kota Bima, tapi saat diluar daerah tidak ada kendala pelayanan ketika sakit. Alhamdulillah JKN-KIS benar – benar membantu saat itu.” ujar Hadi.




Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh di pelabuhan ini sangat puas dengan pelayanan JKN-KIS, tanpa perlu mengeluarkan biaya apapun lagi, semua sudah dibayarkan oleh BPJS Kesehatan.



Tidak hanya dirinya yang puas dengan manfaat JKN-KIS, istrinya pun ikut puas mendapatkan manfaat JKN-KIS saat berada diluar daerah juga.



“Bulan Oktober tahun lalu, saat ibu berkunjung ke Makassar menjenguk sanak saudara, sempat mengalami sakit kepala hebat. Didiagnosa oleh dokter ibu menderita sinus sehingga harus rawat inap selama 2 hari. Untunglah ada sanak saudara yang ikut membantu. Tapi yang membuat saya bersyukur, tidak ada kendala saat istri mendapatkan pelayanan kesehatan, padahal saat itu berada diluar daerah. Pikir saya akan ribet, tapi ternyata tidak. Ibu dirawat dengan tenang tanpa perlu memikirkan biaya lagi ataupun administrasi. JKN-KIS benar – benar sangat membantu.” tambah pria yang terdaftar sebagai peserta mandiri di hak kelas 3.



Di akhir wawancara, Hadi mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari Program JKN-KIS dengan mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS. Selain untuk proteksi dan perlindungan dikala resiko sakit dan butuh biaya, menjadi peserta JKN-KIS juga merupakan wujud semangat gotong royong dengan rutin membayar iuran. 


“Saya bersama keluarga sendiri sudah merasakan langsung manfaat dari JKN-KIS, jadi tidak ada yang perlu diragukan lagi. Dengan iuran yang terjangkau, masyarakat sudah mendapatkan manfaat yang nilainya jauh melebihi jumlah iuran yang dibayarkan. Mari kita sama-sama mendaftar selagi masih sehat, jangan tunggu sakit. Selain itu, rajinlah membayar iuran setiap bulannya. Saya sendiri hanya menyisihkan uang Rp 4.000 per hari, sudah dilindungi kesehatannya. Masa beli rokok setiap hari bisa, tapi bayar iuran JKN-KIS tidak bisa?” Tutupnya
(Ucok)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.