Header Ads

Soal Bizam, Ribuan massa NW Lumpuhkan Jalan Udayana


Mataram. Media, NTB - Ribuan massa dari berbagai kalangan gelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD provinsi Ntb (Jumat 24 Januari 2020). Masa yang tergabung dalam organisasi keagamaan Nahdatul Wathon (NW) itu, menuntut keseriusan kerja Pemprov dan DPRD provinsi Ntb, untuk segera tetapkan nama bandara internasional Lombok (BIL), menjadi bandara internasional Sultan Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).



Masa yang datang diberbagai arah itu diperkirakan sebanyak 1.500 orang, dan langsung melumpuhkan jalan Udayana di depan kantor DPRD provinsi Ntb. Setelah menutup kedua ruas jalan, masa kemudian secara bergantian melakukan orasi, menuntut ketegasan sikap eksekutif dan legislatif untuk segera menetapkan perubahan nama bandara. Perubahan nama bandara itu sudah menjadi keharusan, dan jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang mau menggagalkan rencana ini lantaran karena urusan politik. 



Menamakan bandara dari Nama seorang pahlawan Nasional itu salah satu cara kita untuk berterima kasih kepada orang yang pernah berjasa, supaya terus dikenang dan itu lajim terjadi, bahkan hampir semua bandara di Indonesia dari nama seorang pahlawan Nasional. Kenapa kita di Ntb ini justru menjadikan masalah, sementara pemerintah pusat melalui menteri perhubungan telah menyetujui perubahan nama itu.



Seperti dalam orasinya Joni Sahrudin merupakan salah satu perwakilan masyarakat kabupaten Bima, ia mengaku sengaja berangkat dari Bima Sabtu melalui bus malam, hanya untuk menjadi bagian dari masa aksi yang memperjuangkan perubahan nama bandara menjadi nama seorang pahlawan Nasional. "Kami dengan sejumlah anggota lain sengaja datang dari Bima karena panggilan jiwa, ingin menjadi bagian dari sejarah ini. Terlalu dzolim kita kalau menolak nama pahlawan Nasional untuk dijadikan nama bandara internasional" tutur Joni dengan tegas.



Tak hanya itu, mantan sekda provinsi Ntb, Rosyadi Sayuti juga turut hadir dan menyampaikan aspirasi yang mendukung langkah perubahan nama bandara tersebut.



Setelah sekian lama melakukan orasi secara bergantian, sekitar pukul 11 wita gubernur Ntb bersama wakil ketua DPRD dan Kapolda NTB akhir menemui masa aksi. Gubernur Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan bahwa sesungguhnya pemerintah provinsi, dalam perubahan nama bandara ini tidak pernah ingin menunda untuk mengambil keputusan. Yang membuat ini terlambat, karena kita harus melewati tahapan proses politik yang melibatkan pihak eksekutif. "Kita pemerintah provinsi Ntb tidak ada upaya untuk menunda keputusan, tetapi proses politik yang harus dilalui membuat semua ini terlambat" ungkap gubernur sambil berdiri di atas mobil sound.



Lanjut gubernur Zul, kami komitmen akan tetap mengikuti masyarakat untuk perubahan nama bandara ini, apa lagi jauh sebelumnya sudah ada persetujuan menteri perhubungan. Tutupnya (Mus).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.