Header Ads

Melanggar AD/ART, HMI Cabang Bima Tak Segan Cabut Hak Keanggotaan


Bima, Media NTB - Ketua Bidang PA HMI Cabang Bima, Muaidin mengaku gelisah melihat perilaku dan sikap anggota di ruang ruang publik baik di media sosial dan lainnya, semakin mengaburnya kesadaran anggota atas Identitas dirinya sebagai Kader HMI.



"Kondisi ini tentunya harus menjadi perhatian bersama kita semua yang masih menjaga Independensi Organisasi (Etis maupun Organisatoris) dan citra kekaderan himpunan," katanya, Jumat (14/2/2020).



Pengkaburan bahkan hilangnya identitas anggota sebagai Kader HMI tentunya dapat dilihat dari berbagai sikap kader di dunia nyata maupun media sosial ini. Diantaranya perilaku perilaku yang tidak mencerminkan etika sebagai kader Himpunan dalam mengisi ruang ruang media sosial, melibatkan diri dalam dunia politik praktis.



"Ini banyak kita jumpai pada postingan anggota-anggota HMI yang masih aktif lewat facebook, whatsApp, instagram dan lain lain," ujarnya.



Tema tema politik yang sifatnya praktis ini bahkan tidak jarang mengisi ruang ruang diskusi sederhana anggota di berbagai warung kopi dan mengabaikan nilai nilai yang ada dalam setiap dimensi Himpunan.



Menyikapi berbagai kondisi diatas kami dari pengurus HMI Cabang Bima menghimbau kepada seluruh Anggota untuk menjaga marwah organisasi. Organisasi yang bersifat Independen yang aktivitas anggotanya di atur oleh Konstitusi organisasi "Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga". Menjadi kader HMI adalah menjadi orang orang yang akan menjadi penopang dan penyokong bagi kelompok yang lebih besar, baik bagi kemajuan dan keberlanjutan marwah organisasi, bagi umat dan bangsa indonesia.



Nurdin, ketua Bidang PAO mengatahakan bahwa HMI merupakan organisasi yang berfungsi sebagai organisasi perkaderan dan berperan sebagai organisasi perjuangan, tentu menjadi titik fokus tetap menjadi organisasi pelajar mewujudkan lima kualitas insa cita, AD HMI Pasal 6. di tengah proses perpolitikan pilkada kabupaten Bima, Kader HMI harus bisa menyesuaikan diri berdasarkan Independensi organisasi, Supaya HMI akan tetap setia pada khittah dan karakternya sebagai organisasi pelajar yang independen. Independensi yang menjadi energi moral bagi HMI dalam menjalankan misi organisasi. Independensi organisatoris akan mencegah HMI menjadi underbouw dari organisasi politik manapun. Sementara independensi etis akan menuntun kader HMI untuk tetap setia dalam memperjuangkan kebenaran.



Tentu yang menjaga nama baik HMI sebagai organisasi yang independen, kader-kader aktif HMI Khusus di Cabang Bima itu sendiri, demi menjaga nilai independensi, pengurus HMI Cabang Bima bersepakat dan bersikap tegas kepada kader HMI Secabang Bima tetap berlaku konstitusional demi menjaga nama baik Organisasi. Pengurus HMI Cabang Bima tidak akan segan-segan memberikan teguran secara lisan maupun tertulis, bahkan mencabut hak keangotaan kader sesuai pasal dan penjabaran yang berlaku di Angaran Dasar Anggaran Rumah Tangga AD/ART HMI.



Insya Allah Dalam Waktu dekat lewat bidang Pembinaan Anggota (PA) dan bidang Pembina Aparatur Organisasi (PAO) beberapa Anggota yang bermasalah akan kami panggil untuk di lakukan Pembinaan dan bahkan untuk di sidangkan tegas Sukrin, ketua Umum HMI cabang Bima.(NM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.