Header Ads

Ahyar Abduh Siap Mengemban Amanah DPP untuk Memimpin Golkar NTB


Mataram, Media NTB - Musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar NTB kembali ditunda untuk yang ketiga kali. Sedianya akan diselenggarakan pada Minggu, 22 Maret. Karena persoalan corona, akhirnya penundaan itu dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan.



Selain soal virus Corona yang menjadi alasan. Disamping itu, penundaan Musda terjadi, karena masih tarik ulur kepentingan para petinggi Partai tingkat daerah. Ada keinginan yang berbeda di ditingkatkan daerah, soal figur yang direstui oleh DPP untuk menahkodai Partai berlambang pohon beringin NTB.



Sebut saja figur yang ditunjuk oleh ketua umum DPP, untuk memimpin Partai Golkar Ntb, yakni TG. H. Ahyar Abduh yang saat ini menjabat Walikota Mataram. Menunjuk nama salah satu kader terbaik ini, tentu melalui pertimbangan kualitas Ketua partai di tingkat daerah.



Sebagai mana yang sudah lazim terjadi di internal partai ini, bahwa proses peralihan kepemimpinan di tingkat daerah, tidak jauh perintah DPP. Meskipun Musda tetap dilakukan, sebagai ajang pengambilan keputusan organisasi, namun orang yang dipercaya untuk memimpin partai agar lebih baik dan maju, sudah ditentukan terlebih dahulu.



Memastikan kebenaran soal nama H. Ahyar Abduh, yang ditunjuk untuk memimpin Golkar Ntb, wartawan MediaNtb.com menemuinya. "Sebagai kader partai yang taat, saya sangat menjunjung tinggi perintah DPP, dengan penuh tanggung jawab akan dilaksanakan" ungkap H. Ahyar Abduh di kediaman Minggu (22/03/20).



Lebih lanjut Akhyar menjelaskan, ini merupakan perintah dan setiap kader harus menaatinya, untuk dilaksanakan dengan sepenuh hati. Meskipun ada sebagian kader yang berusaha menentang keputusan, itu biasa saja dan sudah menjadi kebiasaan untuk menciptakan dinamika organisasi. Pada akhirnya nanti, akan selesai dalam musyawarah dan kalau pun ada yang benar-benar mau menentang, berarti sudah siap menerima resiko.



"Tarik ulur kepentingan dalam dunia organisasi itu sudah biasa, itulah dinamika. Tetapi pada akhirnya nanti akan tunduk pada perintah DPP, yaa kalau pun yang memaksa diri untuk tetap menentang, berarti sudah siap menerima resiko" tuturnya sambil senyum.



Walikota Mataram dua periode ini, sangat yakin bahwa keputusan DPP partai yang menunjuk dirinya, akan diterima baik oleh kader yang lain, meskipun saat ini masih terjadi tarik ulur.(Mus)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.