Header Ads

Ini Penjelasan Dr. Zul Tentang Kebijakan Penanggulangan Wabah Virus Corona di NTB


Mataram, Media NTB - Alhamdulillah proses penanganan wabah Corona Virus di NTB berjalan sangat baik. Koordinasi dengan Pemerintah Pusat, pemda-pemda tingkat 2 sangat baik dan lancar. Kalau masih ada kekurangan di sana sini masih dalam batas yang wajar. Ada learning by doing juga.



Pembatasan serta control yang ketat sudah di lakukan di bandara-bandara, dan pelabuhan-pelabuhan kita sehingga penyebaran corona Alhamdulillah bisa kita tekan dan kita minimalisir.



"Tentang adanya saran-saran untuk lockdown, dan menutup bandara dan pelabuhan tetap kami perhatikan, tetap kami dengar sambil terus berhitung" ucap gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah melalui status Facebooknya Selasa (31/03/20).



Ini bukan keputusan mudah untuk menutup bandara dan pelabuhan kita. Selain tetap berkomunikasi dan meminta pertimbangan pusat, kita juga mempertimbangkan kondisi objective di lapangan. 



Yang meminta kami agar jangan  menutup Bandara dan Pelabuhan jauh lebih banyak. Terutama para orang-orang tua yang anak-anaknya sedang sekolah dan nyantri di Jawa. Jumlahnya tidak sedikit, ada Ribuan.



Pondok anak-anak kita di Jawa sudah diliburkan, dan mereka diminta balik ke daerahnya masing-masing. Terbayang tidak, bagaimana perasaan para orang tua yang anaknya sudah nggak ada tempat di pondoknya, dan akan tertolak pula masuk ke kampung halamannya sendiri kalau pelabuhan dan bandara di tutup?



Mungkin karena desakan netizen dan lain-lain Bali akhirnya menutup diri. Bali menutup diri yang kena impact salah satunya ya kita juga. Ribuan santri asal Loteng misalnya yang ingin kembali lewat darat, kini menemukan jalan buntu karena nggak bisa pulang lewat darat. 



Lewat udara relatif mahal. Jadi kami harus berkerja sama dengan Bali lagi, dengan kementerian perhubungan dan lain-lain, agar anak-anak kita bisa sampai selamat di kampung halamannya sendiri melalui Bali dengan ijin khusus. 



Begitu juga masalah dihadapi oleh ribuan TKI-TKI kita. Sudah diminta pulang oleh negara-negara tempat mereka  bekerja dan harus kembali pada kita di sini. Apa mereka mau kita tolak juga, Mau diterima ada resiko menjadi carrier, mau ditolak ya warga kita sendiri. Benar-benar between rock and hard place.



Akhirnya kita nampaknya memang harus berdamai dgn virus Corona ini. Bandara dan pelabuhan kita masih terbuka untuk logistik, komoditas, alat-alat kesehatan dan juga mereka yang ingin pulang. 



Tapi ada aturan yang sangat ketat diberlakukan bagi mereka yang pulang, dan tiba di NTB sampai mereka selamat hingga ke kampung dan dusunnya masing-masing. Alhamdulillah, respon para Bupati dan Wali kota kita luar biasa.



"Ayo ikuti saja protokol dan prosedur yang ada di lapangan, yang sudah kami siapkan dari Pemda Provinsi, kabupaten bahkan sekarang kita minta gugus tugas sampai ke desa dan dusun2 kita" sejak gubernur bang Zul.



Ikuti semua aturan mainnya, Insya Allah NTB kita akan aman dan baik-baik saja. Stay safe, jaga jarak, hindari kerumunan, jaga kesehatan dan kebugaran, cuci tangan, dan jangan lupa gunakan produk-produk lokal NTB  seperti masker, hand sanitizer, APD dan lain-lain.



Dan tentu saja  you should be able to cherish every moment.. Selalu ada cara untuk ceria dan tersenyum, menikmati hidup dalam situasi apapun.(Mus)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.