Header Ads

Dr. Zul Optimis UKM di NTB Akan Berkembang


Mataram, Media NTB - Memperkenalkan Teknologi untuk lahirnya Industrialisasi di negara berkembang seperti di negara kita, memang tak semudah seperti kita membalik telapak tangan. Perjalanannya panjang, berliku, mendaki dan penuh tantangan bahkan ancaman.



Kita sudah lama di cekoki, seakan-akan Teknologi itu Barang Mewah dan hanya di monopoli oleh negara-negara maju. Yang paham teknologi kepalanya memang harus botak, kaca matanya tebal dan kesehariannya bergelut dengan buku, jurnal serta  menghuni Lab. di kampus atau di lembaga-lembaga penelitian.



Demikian disampaiakan oleh Dr. Zulkieflimansyah Gubernur Ntb melalui tulisan di status Facebooknya pada Jumat (17/4/20) lalu.



Itu tak salah, tapi itu adalah stereotype pengembangan Teknologi di Negara Maju. Sekali lagi itu konteksnya negara Maju. Tegas Dr. Zul sapaan akrab gubernur NTB.



Dr. Zul melanjutkan, di negara berkembang, termasuk seperti di NTB kita ini, inovasi teknologi kadang tak harus dengan sekolah tinggi-tinggi. Pencetus dan penggiat teknologi Kepalanya tak harus botak dan berkaca mata tebal. Inovasi di negara-negara berkembang dan di daerah-daerah terbelakang (catching up countries), kadang lahir dari tangan-tangan dekil dan dari pojok-pojok desa sederhana.



Dr. Zul menjelaskan, Yang mereka butuhkan cuma Pemerintah yang mau mengerti dan menghargai serta pasar yang mau menerima produk-produk mereka. Kalau sudah ada yang mau membeli dan menghargai, akan mulai mereka terpacu untuk memperbaiki kualitas, meningkatkan produktivitas dan mulai menggunakan mekanisasi dalam proses produksi nya.



"Saya tak sedang bermimpi, UKM kita yang sedang buat minyak kelapa kini mengalami suasana ini. Ungkat Dr. Zul.



Dr. Zul mengakui bahwa kemarin mereka masih memeras dengan tangan minyak-minyak kelapanya, kini dengan adanya pasar yang mau memberikan mereka ruang, mulai mereka berpikir untuk meningkatkan produktivitasnya. Mereka mulai menggunakan mesin, dan menggunakan tekhnologi.



Menurut Dr. Zul, pengusaha-pengusaha UKM kita yang mulai menggunakan mesin dan teknologi ini, tidak datang ke kampus untuk minta fatwa pada Para Doktor dan Professor atau di ceramahi di kampus atau lembaga-lembaga penelitian dan riset. UMKM - UMKM ini tak butuh jurnal dan paper-paper kelas dunia. Mereka cukup bertanya pada sejawatnya dari perusahaan lain, atau kenalan mereka yang sudah familiar dengan nya untuk memperkenalkan mesin dan teknologi-teknologi sederhana itu.



Perjalanan panjang itu, sedang kita mulai di NTB ini. Perjalanannya akan panjang, berliku, mendaki dan penuh tantangan.(Mus)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.