Header Ads

HMS Apresiasi Upaya Menjadikan Bima Daerah Mandiri Benih


Bima, Media NTB - Anggota komisi IV DPR RI, H. Muhammad Syafrudin ST MM mengapresiasi upaya menjadikan Bima sebagai Kabupaten yang mandiri benih, hal ini diungkapkanya sabtu (18/04/2020).



“Sebagai legislator saya apresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Bima menjadikan daerahnya sebagai daerah yang mandiri benih, saya berharap dengan adanya upaya ini kedepanya mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.



Kabupaten Mandiri Benih (KMB) artinya bahwa Kabupaten dapat memenuhi sendiri kebutuhan akan benih sehingga daerah tidak perlu lagi mengimport benih dari daerah lain untuk kebutuhan petani kita,  “hal ini tentu harus digarap serius, saya sebagai anggota DPR RI Komisi IV akan berupaya semaksimal mungkin mensupport upaya tersebut terlebih bidang pertanian merupakan wilayah kerja Komisi IV”, ungkapnya.



Petani harus diarahkan untuk lebih banyak menggunakan benih bersertifikat, saat ini baru sekitar 55% petani menggunakan benih bersertifikat sehingga berdampak pada produktivitas hasil pertanian itu sendiri. Penggunaan benih unggul bersertifikat merupakan bagian dari agroinput yang menjadi bagian strategi peningkatan produktivitas hasil pertanian.



Ditempat terpisah Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bima  Chairul Munir, S.P, menjelaskan bahwa “terdapat  400 Ha lahan yang dapat dijadikan contoh lokasi perbenihan yang berada di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Bolo, Palibelo dan Lambu yang terbagi atas 200 Hektar Di Lambu, Palibelo 100 hektar, dan Bolo 100 Hektar.



Sambungnya, di kecamatan Palibelo ada di dua Desa yakni Desa Nata dengan kelompok tani La Kala II, Mustika Sari, La Fo'o Genda II, Temba Saja II, dan desa Teke kelompok tani yang ditunjuk La Rida, La Hope II, La Nggenda La Binggu II. Dan Saat ini juga di Palibelo telah dicoba untuk perbenihan padi seluas  100 Hektar dan saat ini sedang melakukan verifikasi lahan untuk pengembangan benih yang berbasis corporasi ," tuturnya.



Sebagai langkah awal dalam mengimplementasikan konsep KMB Pemerintah Kabupaten Bima sedang melakukan verifikasi lahan, penerapan monsep ini tentunya harus di dukung oleh semua pihak, terutama dalam hal bantuan, pendampingan regulasi, jejaring dan penjaminan.



Legislator PAN ini melihat potensi pertanian di Bima sangat besar, “hampir  sebagian besar  wilayah di Kabupaten Bima dan Pulau Sumbawa pada umumnya merupakan lahan Pertanian, hal inilah yang mendorong saya  memilih komisi IV sebagai ruang pengabdian saya untuk daerah ini terlebih saya adalah putra asli daerah ini”, ujarnya.



"Saya bersyukur ditengah mewabahnya covid 19 ini Pemerintah Kabupaten Bima masih mengedepankan upaya terwujudnya ketahanan pangan nasional, upaya ini juga harus terus dikembangkan tidak hanya tanaman padi saja akan tetapi untuk juga untuk tanaman lain seperti bawang merah, jagung dan tanaman lain yang menjadi potensi daerah ini terlebih bawang merah kita ini memiliki kualitas eksport", pintanya.



“Sekali lagi saya mengapresiasi sebesar-besarnya dan berjanji akan mensupport upaya ini sehingga upaya Pemerintah Kabupaten Bima menjadikan daerah ini sebagai daerah  mandiri benih dapat terealisasi, kemudian hal ini akan disampaikan langsung kepada Menteri Pertanian agar mendapatkan perhatian,” tutupnya.



Peningkatan produktivitas hasil pertanian sangat bergantung pada penggunaan bibit yang berkualitas, pola pengairan yang baik kemudian pola pemupukan yang sesuai dengan takaranya.



Upaya mewujudkan KMB merupakan salah satu upaya peningkatan produktivitas hasil pertanian yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani, sudah sepantasnya semua pihak bekerjasama dalam mewujudkan upaya tersebut.(NM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.