Header Ads

DEMOKRASI DAN KESEJATERAAN


Penulis : Moh. Karma H. M. Ali Mantan DPRD Dapil IV Fraksi PBB



Saya ingin  mendefinisikan masalah judul diatas dalam rentang waktu dan sejarah,sebagai sebuah gelombang,dalm artian  satuan kecil, jika dibaca dalam satuan waktu yang lebih besar,maka kita akan menemukan ada kesamaan tema.



Dalam prefektif ini saya katakan sebagai bangsa kita sudah melewati dua gelombang sejarah, yang paling besar yaitu gelombang pertama,, menjadi indonesia, kenapa kita menjadi indonesia??.. Ini menjadi identitas baru,,ada sebagai kawasan, etnis dan sistim politik, yg berbeda beda tapi kecil-kecil di wilayah nusantara. 



Pada abad k 16, 17 dan18 kita semua sampai pada satu kesadaran, bahwa sistim politik kita yang terdiri dari etnis etnis kecil,tidak mampu menghadapi ekstensial yang lebih besar,surfefe insting,insting untuk bertahan secara kolektif membuat kita mulai berfikir,bahwa struktur sosial kita tidak lagi relevan dan kita membutuhkan sruktur sosial yang baru



Sistim politik yang baru adalah menemukan satu rumpun yang lebih besar dari etnis-etnis  kecil ini, yang namanya Indonesia, kita perlukan sistim politik yang baru di mana kerajaan- kerajaan kecil dilebur menjadi satu, yg rumpunya lebih besar yang disebut Indonesia. 
 


Sistim kesadaran ini berawal dari abad ke 20, dimulai dengan pergerakan nasional yang disebut dengan kesadaran nasional, puncak kesadaran nasional kita adalah sumpah pemuda dan lahirnya kita sebagai bangsa pada hari sumpah pemuda dan kedaulatan negara republik indonesia pada tahun 1945. 



Menjadi bangsa indonesia adalah takdir,  menjadi islam, kristen, hindu budha, dan lain-lain adalah pilihan  pribadi, dan takdir terbesar adalah menjadi  bangsa Indonesia ,dan itulah yang dimuat dalam teks falsafah bangsa Indonesia,sebagai satu kesatuan pancasila dan uud 45.



Gelombang k dua berlangsung dari masa orde lama, orde baru dan orde reformasi, kalau kita melihat persoalan 70 thn terahir, perlu membangun negara yang modern, kita bangun konstitusinya,kita buat sistim dan identitasnya. 



Dalam rangka membangun bangsa yang modern, ada dua dielitika, yang pertama adalah sistim dan ke dua output,kalau kita bicara sistim ,kita bicara demokrasi, kalau bicara out put maka kita bicara kesejahteraan. 



Sepanjang sejarah orde lama, orba, orde reformasi, sebenarnya sistim ini diuji cobakan sebagai suatu eksperimen untuk menemukan keseimbangan antara demokrasi dan kesejahteraan.



Penyimpangan pada masa orde lama dan orde baru adalah penyimpangan dari keseimbangan, misalnya pada masa orde lama demokrasi ada tapi kesejateraan yang tidak ada, dan orde baru lahir sebagai anti tesa untuk menciptakan kesejateraan, demokrasi d redupsi dan kesejahteraan ada.



Orde reformasi merupakan formulasi untuk menemukan keseimbangan antara demokrasi dan kesejahteraan,secara relatif sebenar sudah d temukan,semua pembicaraan tentang ketimpangan adlah out put dari sistim dn inilah yg menciptakan ketimpangan itu.(**)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.