Header Ads

Dua Tanjakan Mematikan di Oi Pou dan Radu Jalan Lintas Wera-Sape Diperbaiki Secara Sukarela


Bima, Media NTB - Berbicara jalan raya merupakan hal yang paling mendesak karena itu jalan raya adalah prasarana utama dalam transportasi darat, untuk itu manfaat utama jalan raya ialah sebagai pendukung kegiatan transportasi darat yang dilakukan oleh manusia. Aktifitas transportasi masyarakat sendiri memegang peranan yang penting terkait usaha dalam mencapai tujuan ekonomi maupun non ekonomi.


Akan tetapi jalan raya Provinsi NTB yang berada di jalan lintas Tawali-Sape Kabupaten Bima sudah menjadi momok yang menakutkan bagi pengendara, baik roda dua maupun roda empat. Pasalnya jalan raya tersebut sudah hampir 50 tahun tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah kabupaten Bima sebagai perpanjangan tangan terhadap Pemerintah Provinsi yang punya kewenangan untuk memperbaiki jalan hantu tersebut hingga kini seolah masih mimpi buruk bagi masyarakat Wera dan Sape atas janji-janji dan janji Pemerintah untuk memperbaiki akses infrastruktur tersebut.


Melihat kurangnya perhatian pemerintah terhadap jalan yang menjadi ancaman nyawa bagi masyarakat yang melintas di jalan tersebut, seorang hamba Allah yang enggan disebut namanya di Media ini siang tadi dengan penuh ikhlas dan rasa prihatin yang besar sudah memperbaiki secara sukarela dengan menggunakan alat berat.


"Saya mengerjakannya secara sukarela tanpa bantuan dari siapapun, karena apa yang saya lakukan ini adalah demi keselamatan semua orang termasuk saya pribadi yang sering lewati jalan ini, tanjakan Radu dan Oi Pou ini, adalah tanjakan paling berbahaya, semoga ini akan bernilai ibadah di Mata Allah Swt, Amin" pungkasnya.



Hal itupun mendapatkan ucapan terimakasi oleh bapak Mansyur Seorang  yang ditokohkan oleh masyarakat dusun radu Desa Bala kepada hamba Allah yang mengerjakan jalan tersebut.


"Saya mengucapkan terimah kasih banyak atas perhatian hamba Allah yang sudah mau  membantu nmenyumbangkan tenaga, pikiran dan waktu sekaligus dana untuk menyewakan alat berat/eksafator secara gratis untuk perbaiki jalan yang kami lewati setiap hari". Papar Mansyur kepada media ini


Ia melanjutkan bahwa, karena itu, kami petani sudah lama menyuarakan aspirasi kami lewat adik-adik dan anak kami khusus warga Wera yang konon katanya mahasiswa dan dewan yang terhormat di Dapil Wera dan Ambalawi,  untuk menyuarakan jeritan kami masyarakat Wera, namun sampai hari ini belum juga diperbaiki pemerintah.(Iphul)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.