Header Ads

FGII Akan Adakan Zoom Meeting Bersama Dirjen GTK Kemendikbud Menyoal Merdeka Belajar di Tengah Pandemi


Media NTB – Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) akan menyelenggarakan confrence bersama Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Budaya.


Virtual Zoom Meeting FGII with GTK Kemdikbud RI  yang akan berlangsung pada 4 Juni 2020, pada pukul 08.00 pagi sampai dengan selesai dan nantinya akan mengusung tema “Merdeka Belajar Di Tengah Pandemi Covid-19″ dan akan mengundang Key Note Speaker dari Dirjen GTK Kemendikbud, Dr. Irwan Syahril, Ph.D. serta kegiatan ini mengundang seluruh pengurus FGII se-Indonesia.



Adapun Zoom Meeting tersebut diselenggarakan atas adanya gagasan Mendikbud yang pernah disampaikan pada Peringatan Hari Guru Tahun 2019, tentang “Merdeka Belajar dan Guru Penggerak”. 
Namun dalam tataran implementasinya yang tertuang dalam kebijakannnya tersebut, sampai saat ini belum terlihat, di lapangan gagasan itu.



Menurut ketua umum FGII, Dra. Tety Sulastri Lokollo, MM menyampaikan bahwa “Nadiem Makariem meyakini merdeka belajar adalah kemerdekaan berpikir. Akan tetapi yang perlu ditekankan adalah bahwa esensi kemerdekaan berpikir tersebut harus dimulai dari para pendidik atau guru.” Ujar Tety Sulastri dalam Term of Reference, yang disampaikan kepada media ntb pada (3/6/2020).



Tety melanjutkan, bahwa persiapan pelaksanaan pembelajaran bukan sebagai pelengkapan administrasi tetapi lebih dari itu bagaimana kesiapan guru berada di depan peserta didik ketika berada di ruang kelas. Oleh karenanya konsep merdeka belajar bukan hal baru dalam dunia pendidikan akan tetapi merupakan akumulasi dari semua kebijakan pendidikan yang selama ini dilakukan dan itu hanya istilah saja sementara dalam realitasnya faktanya konsep itu sudah dilakukan guru guru.



“Namun, sayangnya hal demikian masih jauh dari harapan atau jauh panggang dari api Gagasan dan konsep merdeka belajar masih fatamorgana belum konkrit
Pendidikan bukan saja tanggung jawab pihak sekolah saja, tetapi peran orang tua, dan masyarakat menjadi penting dan utama.” Kata Tety.


Bukan hanya itu, sebagai forum yang memerhatikan guru-guru di Indonesia, FGII akan mengangkat persoalan pendidikan di tengah pendemi Covid-19.


“Bahwa dewasa ini disadari bahwa mendidik itu pekerjaan yang sulit, terlebih ketika kita harus belajar dari rumah didampingi oleh orang tua. Lalu apa yang terjadi ? Orang tua mengalami kesulitan mendampingi anak-anaknya dalam belajar, dengan berbagai problem yang dihadapi sekolah, guru, orang tua, semua harus berubah dan dituntut untuk menyesuaikan situasi dan kondisi sesuai wilayahnya masing–masing.” imbuh Tety.



Disamping itu virtual meeting ini diadakan bukan hanya sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap pemerintah dalam hal ini Mendikbud terkait permasalahan pendidikan yang dialami guru-guru di sekolah, Conference ini juga nantinya sebagai ajang silaturahmi sekaligus halal bi halal antar pengurus FGII se-Indonesia yang memberikan input saran dan masukan yang sifatnya membangun untuk dunia pendidikan ke depan.


Masukan, saran dan kritikan yang diharapkan besok akan menjadi sebuah proses pendewasaan kebijakan pendidikan dan merupakan input untuk mendapatkan outcomes yang lebih baik lagi dari sebelumnya dan tidak menjadikan kurikulum itu kambing hitam dan guru menjadi satu satunya harapan yang tidak tergantikan oleh apapun saat ini yang walaupun kesejahteraannya masih sangat jauh yang diharapkan.


Perkumpulan Bina Insan Cendekia, Nukman, M.Si. mengharapkan agar host dan moderator kegiatan pada zoom meeting itu bisa mengatur acara dengan baik jangan sampai amburadul dan baiknya Ketua FGII Pusat bersama fungsionarisnya lebih fokus memanage para penanya dengan sistem perwakilan, dan menggunakan google form bila tidak mampu diakomodir sejumlah pertanyaan peserta.


"Gunakan google form mulai pendaftaran peserta hingga peserta menyampaikan pesan yang belum tersalurkan, jangan semuanya diakomodir harus tegas disiplin dan taati schedule, tambah Nukman.


Selain itu masih Nukman, dirinya berharap kepada FGII dan pihak kementerian agar menyiapkan juga sertifikat bagi peserta secara online dengan menyiapkan formulir pada google form yang sistematis, pungkasnya.(NM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.