Header Ads

Korkab PKH Loteng Adakan Rapat Koordinasi


Loteng, Media NTB - Koordinator Kabupaten Lombok tengah Program keluarga Harapan (PKH) melakukan agenda Rapat Koordinasi (Rakor), dalam agenda kali ini pendamping diharapkan untuk fokus dalam agenda yaitu, Mediasi, Validasi, Advokasi dan Koordinasi. Rapat yang berlangsung di aula kantor camat Praya barat daya kali ini dipimpin langsung oleh kordinator kabupaten Lombok tengah.



"Agenda ini harus dilakukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM), program Keluarga Harapan (PKH), kordinasi harus dilakukan oleh SDM PKH disetiap desa  baik itu dilakukan dengan rembuk atau pertemuan di kantor desa sama Kades, Kadus dan yang bersangkutan." Ungkap L. Jaya selaku Korkab Loteng.



"Selanjutnya advokasi Keluarga penerima Manfaat (KPM) PKH, dalam satu contoh misalnya KPM PKH belum menerima BPJS dan anggota keluarga yang mau melanjutkan Kuliah maka Pendamping harus membantu mendapatkan KIP Kuliah. Perlu dilakukan advokasi, cara yang baik adalah advokasi melalui data siapkan data Administrasi penduduk (Adminduk) supaya kita punya bahan untuk mengadvokassi masyarakat tersebut di dinas terkait." Lanjutnya.



"Validasi dalam hal ini pendamping harus melakukan validasi data melalui kunjungan dan pertemuan ke rumah KPM PKH, misalkan nanti dia hamil perlu di mutahirkan datanya supaya BANSOS nya juga berubah dan faedahnya banyak.
Keempat Mediasi, dalam mengadakan mediasi ini pendamping harus menyelesaikan masalah misalnya ada KPM PKH yang tidak berhubungan baik sama KADUS ini harus diselsaikan oleh pendamping dengan cara duduk bersama atau rembuk supaya dihadirkan kedua belah pihak  agar selsai dengan baik." Jelasnya lagi.



Dalam pertemuan tersebut Yakub, SHI menambahkan bahwa sebagai pendamping PKH di desa kita harus melakukan silaturrahim dengan aparat desa paling tidak melakukan pertemuan 1 kali seminggu dalam memantau dan mendiskusikan sejauh mana  program keluarga harapan bisa merubah pola perekonomian masyarakat kita, 
tujuan utama PKH ini adalah untuk mengeluarkan masyarakat dari garis kemiskinan supaya bisa mandiri.(Padli)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.