Rapid Test Covid-19 di BIL Terindikasi Sebagai Bisnis


Loteng, Media NTB - Rapid test bagi seluruh penumpang yang akan menggunakan jasa pesawat terbang yang dilakukan oleh manajemen Angkasa Pura I yang pembiayaannya oleh calon penumpang masing masing sebesar 150.000/orang. 



"Lalu arik Selaku Ketua. LSM KASTA Kec.Pujut menangkap ada indikasi rapid tes ini hanya bisnis semata sebab biaya yang telah dikeluarkan oleh seluruh calon penumpang menurut keterangan petugas yang ada di lokasi bahwa setiap pembiayaan itu dinikati oleh pihak pihak yang terlibat langsung dan tidak langsung dalam program tersebut seperti dokter, klinik yang ditunjuk serta ke AP I." Ungkapnya.



Mekanisme penerbitan surat keterangan rapid tes itu juga mwnurut lalu arik penuh kejanggalan dan disinyalir melanggar SOP kesehatan sebab dokter yang namanya tertera pada surat keterangan tersebut yang seharusnya bertanggung jawab atas hasil rapid tes malah tidak ada di lokasi dan hanya membubuhkan tanda tangan saja di surat keterangan hasil tes Bagaimana kita bisa tahu keakuratan hasil tes kalau dokter tidak ada di lokasi dan hanya membuat surat kterangan yang sudah ada tandatangannya tanpa ikut serta melakukan dan memantau langsung proses rapid tes tersebut sesal lalu arik.



"Ini jelas jelas komersialisasi wabah untuk kepentingan pribadi kecamnya, Seharusnya segala pembiayaan atas rapid tes ini dibebankan kepada maskapai yang bersangkutan atau manajemen Angkasa Pura bukan justru memaksa masyarakat membayar untuk mendapatkan jasa layanan transportasi yang juga tidak gratis." Tutupnya.(Padli)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.