Bupati Indah Dhamayanti Putri Memiliki Jejak Tahanan Politik

Oleh : Deven Bima Ngali, Jendlap Front Rakyat Merdeka


Kita tahu bersama yang dirasakan oleh masyarakat di kecamatan wera dan Ambalawi, mereka sedang di hantu oleh industri pengelolaan pasir besih yang bernama PT. Jahat Mahesa karya (JMK) yang di perpanjang perijinan oleh Suaminya atau Bupati Ferry Zulkarnaen selaku suaminya dari Bupati indah Dhamayanti putri sekarang. 

         


Persoalan yang terus dirasakan oleh masyarakat kecamatan wera dan sekitarnya adalah pengurusan lingkungan sehingga kaum muda sebagai pelopor gerakan Rakyat melakukan perlawanan untuk mengusir PT. Jahat mahaesa karya, namun bukan hal yang positif yang didapat oleh mereka tapi kekecewaan dan kriminalisasi penangkapan yang diberikan oleh pemerintah daerah kabupaten Bima yang di pimpin oleh Bupati indah Dhamayanti putri sekarang. 

        


Adanya kriminalisasi dan penangkapan yang dirasakan oleh kaum muda tersebut, adalah bentuk keberpihakan pemerintah daerah kabupaten Bima terhadap investor yang merusak lingkungan yang ada di kabupaten Bima, sehingga Bupati indah Dhamayanti putri memiliki rekam jejak bahwa dia memiliki tahanan politik. 

        


Tahanan politik tersebut adalah pemuda asli dari kecamatan wera tersebut, 3 pemuda yang mengalami penangkapan itu kehilangan massa depan sehingga orang tuanya mengalami trauma psikologis atas ulah Bupati indah Dhamayanti putri yang memenjarakan anaknya. 

        


Setiap masyarakat kabupaten Bima memiliki rasa dan empati terhadap lingkungan daerah mereka dan memiliki rasa untuk melindungi, namun sifat ambisius dan rakusnya pemerintah daerah kabupaten Bima yang rakus sehingga alam di kabupaten Bima yang coba di lindungi oleh masyarakat tidak di abaikan oleh pemerintah daerah kabupaten Bima. 

        


Tindakan yang arogansi dan rakus yang dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten Bima sehingga tidak melihat kondisi alam dan kebiasaan masyarakat kabupaten Bima yang corak produksi adalah petani, sifat arogansi dan kepentingan segelintir oligarki, sehingga mengorbankan nasib masyarakat kabupaten Bima yang petani yang dipaksakan untuk menjadi Buruh industri pertambangan. 

       


Bisa kita cek selama kepemimpinan di kabupaten Bima mulai dari era reformasi yang dimana ruang demonstrasi berhasil di menangkan oleh gerakan kaum muda waktu 1998 pada saat ini, yang memiliki Tahanan politik di era reformasi hanya dua pemimpin dari feodalisme ( istana kerajaan Bima) Bupati Bima ferry Zulkarnaen selaku suaminya dan istrinya sekarang menjadi Bupati Bima indah Dhamayanti putri. 

        


Maka dengan itu Demokrasi di tanah kabupaten Bima telah di coreng dan di hianati oleh dua sosok pemimpin dari darah biru, yang telah memiliki tahanan politik. 



Maka dengan itu langkah untuk menyelamatkan Demokrasi di kabupaten Bima saat ini yang tinggal secuil, masyarakat kabupaten Bima harus bersatu dan membangun persatuan untuk melawan rezim otoriter dari feodalisme kabupaten Bima hari ini.(**)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.