LSM Gompar : Leasing Yang Pakai Jasa Debt Collector Usir Saja!


Loten, Media NTB - Gabungan Organisasi Massa Pengawal Aspirasi Rakyat meminta kepada leasing atau Finance untuk tidak menggunakan pihak ketiga dalam melakukan penarikan ditengah pandemi covid-19 terhadap konsumen atau kreditur yang sudah mengajukan relaksasi.


"Sikap FIF Praya yang masih melakukan pencabutan atau penarikan sepeda motor customer dengan menggunakan debt colector ditengah pandemi covid-19 dan masih belum pulihnya ekonomi masyarakat sangat merugikan kreditur atau masyarakat serta tidak mengindahkan instruksi Otoritas Jasa Keuangan dan Presiden republik Indonesia." Ungkap Ketua LSM Gompar Apriadi Abdi Negara. SH yang juga berlatar belakang Advokat tersebut. Senin (24/8/2020).


Lanjutnya yang dimana juga aturan relaksasi kredit ini tertuang dalam POJK 11 /POJK.03/2020, Tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Counter Cyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019, ditandatangani Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Wimboh Santoso tertanggal 13 Maret 2020.


"Presiden Jokowi mempertegas kepada seluruh bank maupun perusahaan pembiayaan (leasing) untuk tidak melakukan penagihan angsuran, apa lagi menggunakan jasa debt collector, serta presiden Jokowi meminta Kepolisian untuk memantau hal itu.Terangnya


"Dan pihak perbankan dan industri keuangan non bank dilarang mengejar-ngejar angsuran. Apalagi menggunakan jasa penagihan atau debt collector hasil temuan dilapangan ini sanagat meresahkan Masyarakat. Saya tegaskan jika collector ini keterlaluan saya minta pada masyarakat usir saja, dalam waktu dekat ini kita akan lakukan aksi demonstrasi. Tegasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.