LSM Kasta NTB Sesalkan Kondisi Puskesmas BKU, Dikes Loteng Dipertanyakan


Loteng, Media NTB - Kasta NTB DPC Batu Kliang Utara menyesali kondisi puskesmas Teratak BKU yang menurutnya sangat miris, gedung yang baru 8 bulan selesai dibangun dengan dana puluhan miliar rupiah tersebut sangat minim fasilitas, hal ini disampaikan oleh ketua Kasta NTB BKU Naharudin.



"Kami sudah investigasi kesiapan gedung PKM tersebut yang rencananya akan mulai dioperasikan senin depan ternyata kondisinya sangat jauh dari standar kelayakan untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat BKU." Beber Nahar pada Media NTB Jum'at (21/8/2020).


Nahar mengungkapkan, fasilitas untuk rawat inap pasien saja seperti tempat tidur pasien menggunakan fasilitas tempat tidur yang lama, dan fisilitasnya banyak yang sudah tidak layak digunakan.


"Belum lagi fasilitas kamar mandi yang pipa dan keran airnya bocor dimana mana, kami bingung bagaimana gedung baru yang dibangun dengan dana puluhan miliar itu kualitas bangunan dan fasilitas pendukungnya sangat rendah." Sesalnya. 


Menurut Nahar, karena ini gedung baru yang diharapkan bisa memberi pelayanan maksimal maka semua fasilitas pendukung terutama fasiitas alat kesehatan (alkes) harus layak dan berstandar kesehatan yang jelas.


"Temuan kami malah fasilitas penunjang kerja kepala PKM teratak justru yang diprioritaskan, meja dan kursi di ruang kerja kepala PKM malah kondisinya bagus dan masih baru sementara tempat tidur pasien banyak yg sudah bolong dan tdk layak pakai kecam Ketua DPC Kasta BKU Tersebut." Ungkapnya. 


"Ini kan sesuatu yang tidak patut kita dukung, kami akan kembali menyurati Dinas kesehatan untuk serius memperhatikan hal ini, dan harus segera melakukan perbaikan perbaikan agar mutu layanan kesehatan kepada masyarakat bisa dijaga." Tuturnya. 

 

"Perlu diketahui ini fasilitas umum yang dibangun dari sumber uang rakyat maka kita semua perlu melakukan pengawasan, kami akan pertanyakan ke Dikes Loteng apakah dibangunnya gedung PKM teratak ini tidak dibarengi dengan pengadaan alat kesehatan sehingga harus menggunakan fasilitas lama yang kondisinya banyak yang tidak layak." Tutup Nahar.(Padli) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.