Bawa Pulang Palu Sidang, Mustakim: Ada Konspirasi Jahat di DPRD Kabupaten Bima


Bima, Media NTB - Mustakim, anggota legislatif dari partai Nasdem, ketika diwawancara wartawan  mengungkapkan dinamika dan kebiasaan pembahasan APBD dan APBD-P, sarat rekayasa dan selalu didesain untuk kepentingan beberapa orang saja. 


"Ini sama saja menghianati suara rakyat yang membutuhkan keberpihakan dan perhatian pemerintah baik eksekutif maupun legislatif. Dalam rangka menerjemahkan program pembangunan di Kabupaten Bima," kata Mustakim.


"Ada sandiwara apa kok tiba-tiba palu sidang mau di ketok? Pertanda pembahasan sudah final. Lho, kapan pembahasannya? Ini kan aneh, ada permainan apa ini," sorotnya.


Mustakim membenarkan bahawa dirinya membawa pulang Palu Sidang. Bahkan dia sendiri meminta untuk dilaporkan ke aparatur kepolisian. "Ini bagus biar menjadi momentum untuk buka-bukaan atas berbagai rahasia dan cara-cara jahat yang terjadi di Lembaga Dewan," ujarnya.



Dari peristiwa ini kita bisa lihat dengan kaca mata terbuka. Bahwa semua kebusukan, perampokan juga cara kerja otak DPR Kabupaten Bima mulai terbongkar. Indikasi perampokan secara berjamaah sangat kuat.

 

Terhambatnya pembangunan disemua sektor di Kabupaten Bima saat ini disebabkan hilangnya nurani parlemen yang telah berubah menjadi permen eksekutif. DPR berubah menjadi humas pemerintah daerah. Sebagai wakil rakyat dikursi Dewan, DPR hanya mengejar juga bicara soal prosentase bukan lagi representasi. 



Anggota Dewan dari Nasdem itu bahkan meminta siapapun untuk melaporkan dirinya.  Narasi itu justru dianggap lebih baik agar supaya semua kejahatan struktural dilingkup DPR terbongkar. Artinya, potensi maling berjamaah lagi-lagi sangat besar.(NM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.