Berbagi Rasa dengan Peserta Gagal Ginjal, BPJS Kesehatan Cabang Bima Gelar Kegiatan Sambung Rasa


Bima, Media NTB – Dalam rangka menyambut Hari Ulang tahun (HUT) BPJS Kesehatan ke-52,  BPJS Kesehatan Cabang Bima menggelar kegiatan sambung rasa dengan peserta pengguna layanan cuci darah di RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat. 



Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Bima Anak Agung Istri Asri Triana dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang bertajuk BPJS Go to Costumer ini, merupakan rangkaian dari kegiatan hari jadi BPJS Kesehatan ke-52. 



“Program yang berlandaskan gotong royong ini sangat mengedepankan pola hidup sehat yang sangat bermanfaat pada kehidupan setiap harinya. Acara sambung rasa ini diharapkan dapat memberikan peningkatan pemahaman kepada pasien hemodialisa yang sudah menerima manfaat layanan kesehatan setiap bulannya,” ungkap Asri. Kamis (17/09/20)



Asri juga menjelaskan bahwa acara ini memberikan pengetahuan mengenai penyakit gagal ginjal, bagaimana pencegahannya, detail penyakit, sampai efek dari layanan cuci dara yang diperoleh pasien gagal ginjal



Dengan mengetahui dan memahami informasi mengenai program JKN KIS, Asri mengungkapkan bahwa pasien dan keluarga pasien menjadi mengerti tentang prosedurnya. “Jika memahami dan sesuai alur prosedur program, maka pelayanan yang didapat akan maksimal,” Jelas Asri.



Sementara itu, dokter pelaksana di Poli Hemodialisa RSUD Asy Syifa, dr. Arie mengungkapkan apresiasinya kepada BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan acara sambung rasa pasien hemodialisa di Kabupaten Sumbawa Barat. Ia menyebut bahwa dengan kehadiran Program JKN-KIS sangat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan begitu, ia berkomitmen untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga kebutuhan peserta JKN-KIS dapat terpenuhi dengan baik.



“Hampir 90% pasien HD di rumah sakit kami adalah peserta JKN-KIS, artinya program ini sangat membantu dari sisi pembiayaan pelayanan kesehatan. Kami sebagai mitra BPJS Kesehatan juga akan akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik sebagai upaya gotong royong kami dari sisi pelayanan,” ujar Arie.



Dalam kesempatan yang sama, salah satu peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3, Kalsum menyampaikan pentingnya Program ini. Sebagai peserta JKN-KIS yang telah merasakan manfaat dari keberadaan Program JKN-KIS, dirinya merasa sangat terbantu. APalgi, kini ia yang harus menjalani cuci darah merasa sangat tidak terbebani terkait biaya proses hemodialisis.



“Saya merasakan sekali bagaimana manfaat Program JKN-KIS membantu saya untuk tetap bertahan hidup dan tentunya meringakan keluarga dari biaya cuci darah. Saya berterima kasih kepada peserta JKN-KIS yang sehat dan rutin membayar iuran,” tutup Kalsum. Tutupnya (Ucok)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.