Gedor BRI Cabang Praya, Jati NTB Minta Pertanggung Jawaban BRI Link


Loteng, Media NTB - Aksi Demo Massa JATI NTB mendatangi kantor BRI Cabang Praya untuk meminta pertanggung jawaban kepada Agen BRI Link yang memotong setiap transaksi PKH dan BPNT, padahal Aturan transaksi PKH, BPNT sudah diatur dalam Permensos Nomor 19 tahun 2020, yang namanya transaksi PKH maupun BPNT tidak ada biaya atau gratis, namun fakta di lapangan terjadi pemungutan secara diam diam yang dilakukan oleh agen BRI Link yang ada di setiap desa-desa. Itu yang menjadi catatan kami bahwa budaya pemungutan uang PKH maupun BPNT harus kita hentikan.



Perwakilan JATI NTB Saudara Rebe mengatakan pengawas Agen Bank juga bermain mata alias di sogok oleh oknum yang tidak bertanggung jawab siapa yang banyak uangnya mereka yg dapat edisi atau alat gesek itu pun terjadi dan kami punya datanya. Keluarganya diberikan, tetangganya diberikan, misannya diberikan itu yang dilakukan. Dari itu kami meminta kepada Direktur BRI Cabang Praya untuk menuntaskan persoalan ini, dan memasangkan spanduk yang bertuliskan biaya administrasi PKH dan BPNT Gratis. Persoalan lain juga terjadi pada pendamping PKH yang diberikan edisi atau alat gesek oleh Bank BRI dan direkomendasikan oleh Dinas Sosial, itu yang terjadi dibeberapa kecamatan, apakah boleh Petugas dan pendamping PKH sebagai agen, sebagai penyalur kabutuhan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) ini pun terjadi, kenapa persoalan ini terus di biarkan?



Lebih lanjut masalah keagenan BRI Link yang di berikan kepada pegawai Bank yg menjadi agen BRI Link dan memberikan kepada keluarganya. ASN tidak boleh menjadi Agen BRI Link kok bisa BRI memberikan ijin kepada ASN.



Rebe juga menyampaikan dengan tegas kepada pimpinan cabang BRI  tidak memperbolehkan agen BRI LINK menarik admin, BRI Harus membuat surat himbauan membuat pamplet, spanduk dll di depan kantor BRI  brilink Biar masayrakat tau.



Kapala BRI Cabang Praya Pak Dede langsung menerima massa di halaman BRI Cabang Praya. Agen agen yang sudah disebutkan tadi sudah kami catat dan rekam dan akan kami tindak lanjuti, Pak Dede meminta perwakilan JATI NTB langsung ke Aula BRI Maxsimal 10 orang sesuai Protokol Covid-19- namun Massa JATI NTB meminta untuk menjelaskan langsung di halaman Bank BRI Cabang Praya.



JATI NTB melanjutkan orasi ke Dinas Sosial Kab Lombok Tengah, dalam orasi dipimpin oleh Gaisar Datu Gunung Bale be. Kami kesini datang untuk menuntunt keadilan karena setiap hari, setiap saat rakyat tertindas, dan meminta Kadis Sosial Menemui JATI NTB, setelah lama berorasi dan membakar Ban akhirnya Kadis Sosial Lombok Tengah Menemui JATI NTB.



Dalam sambutannya kepala Dinas Sosial Loteng menyampaikan terima kasih kepada semua yang hadir, dan syukur Alhamdulillah bisa bertemu langsung. Kami tidak berhak memutus/menstop Bank BRI sebagi penyalur PKH dan BPNT, karena BRI sudah diperintah oleh pusat, jika ada agen BRI Link bermasalah, ada permainan harga dan lain-lain kami tidak punya kewenangan, karna harga yang ada di praya tidak mungkin sama dengan harga di praya barat daya. Kami juga sudah memproses Agen agen BRI Link, banyak yang sudah kami proses, Kalau punya laporan tertulis laporkan kepada kami kalau ada pendamping yang bermasalah atau bermain Pendamping PKH dan ASN tidak boleh menjadi Agen BRI Link. Ungkap Kadis Sosial. Terakhir yang menjadi catatan Massa JATI NTB kami hadir atas nama masyarakat mengecam tindakan oknum oknum pendamping PKH dan kami menuduh Kadis Dinas Sosial bermain dengan PKH dan Agen BRI Link.(Fadli)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.