KOMPAS NTB KRITISI ITDC, KETUA KOMPI ANGGAP ITU KESESATAN DALAM BERFIKIR


Loteng- Media NTB - Apriadi Abdi Negara, SH Ketua Umum Koalisi Mahasiswa Pemuda Indonesa (KOMPI) Menanggapi pernyataan ketua KOMPAS NTB di salah satu media online, yang dimana saya anggap itu merupakan kesesatan dalam berpikir karena pernyataan tersebut Menimbulkan Masalah Baru dengan meminta komisaris ITDC untuk mundur yang dimana persoalan dilapangan bukan masalah komisari melainkan ada persolan komuninkasi jadi menurut saya agar ketua KOMPAS NTB belajar mencari tahu dan lakukan investigasi lah dulu sebelum berstatmen yang Runyam. Ungkap Ketua Kompi yang biasa dipanggil Bung Abdi tersebut.


"Dan saya mengetahui secara langsung kalau ketua KOMPAS NTB pernah bertemu dan berdialog langsung dengan salah satu komisaris ITDC disalah satu rumah makan dikota praya Loteng, oleh karena itu ini menjadi tanda tanya bagi saya kenapa sekarang malah meminta mundur, kenapa tidak saat bertemu dulu bertanya apa yang menjadi persoalan di ITDC agar tidak tersesat melihat suatu persoalan rakyat dengan corporate.Herannya 


"Selanjutnya terkait persoalan di lapangan saat ini sama sekali kawan-kawan Kompas NTB tidak memberikan solusi untuk mengakhiri masalah antara warga dengan ITDC agar tidak ada pihak yang dirugikan baik itu masyarakat maupun ITDC,  namun kok kawan-kawan ini malah justru membuat persoalan baru jauh dari apa yang seharusny menjadi pekerjaan Komisaris sehingga saya menduga ini ada suatu dan lain hal. Sebutnya


"Harapan kami dari KOMPI NTB terkait persoalan masyarakat dan pihak ITDC agar dapat ditemukan solusi yang baik dan adil  demi masa depan masyarakat lombok tengah atas keberadaan moto GP 2021 dan Harapan saya untuk kawan-kawan pemuda sebut saja KOMPAS NTB ini agar tidak membuat masalah baru yang justru menimbulkan sesat pikir dan menggiring persoalan ini ke dendam pribadi, kekecewaan sehingga tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan bila perlu ketua KOMPAS NTB belajar lah terkait UU pereseroan, UU BUMN serta Hukum perusahaan agar tidak terkesan mencari selak Gejuh." Tutup Bung Abdi.(Padli) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.