Mimpi dan Harapan "La Sakosa"


Oleh : Zangaji Sape


Pemerintah Nusa Tenggara Barat harus melakukan lompatan-lompatan besar dalam menghadapi perkembangan dan kebutuhan masyarakat nasional maupun dunia.


Investasi dan intervensi kebijakan harus dilakukan untuk terus mendorong percepatan pembangunan daerah, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir kawasan timur NTB (Kecamatan sape, lambu dan wera) belum menunjukan perkembangan signifikan. Padahal, tiga daerah ini merupakan kawasan potensial.


GLOBAL HUB Lombok Utara, KEK Mandalika Lombok Tengah, Samota Sumbawa dan Dompu semua ini sudah memiliki blue print pembangunan. La Sakosa???


Lambu Sape Komodo Sangiang mimpi serta harapan bagi wilayah paling ujung timur NTB, kita patut berterimakasih pada para pencetus konsep ini siapapun mereka karena konsep ini adalah harapan dan mimpi besar masyarakat di ujung timur NTB. Tapi apa harus sampai disini? Tentu tidak !!


La Sakosa harus diwujudkan, kita harus optimis membangun daerah tanpa pamrih. Kita sudah melihat TGB berjuang membangun NTB dengan seluruh kemampuannya, TGB menjawab tantangan dengan lompatan kinerja daya saing progresif dari peringkat ke 26 pada tahun 2016 menjadi ke 17 pada tahun 2017 (Lee Kwan Yew School of Publicity).


Lompatan ini meninggalkan KEK Mandalika, Samota, Global Hub dan lain-lain. Lompatan berikutnya adalah merintis Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk mempermudah perijinan bagi para Investor yang datang ke NTB. Jejak ini sunggu luar biasa bagi kita penerus daerah ini.


Jejak TGB harus terus dilanjutkan oleh setiap pemimpin daerah baik itu gubernur maupun bupati dan walikota, kita harus bersinergi bahu membahu membangun NTB. Masa depan anak cucu kita ada pada pundak kita hari ini.


Di bawah kepemimpin ZulRohmi selain memiliki beban melanjutkan pondasi yang sudah di bangun TGB juga harus menghadirkan satu kawasan pertumbuhan baru di bagian timur NTB.


La Sakosa adalah jawabannya


ZulRohmi harus juga memikirkan kawasan pertumbuhan ini. Isu sentral ketimpangan pembangunan yang selama ini melekat pada masyarakat bagian timur NTB harus dijawab dengan mewujudkan mimpi dan harapan masyarakat bagian timur.


La Sakosa memiliki kesamaan dengan Samota. Potensi perikanan, bentangan pantai pasir putih, kawasan gunung api, serta lintasan jalur perdagangan nasional. Hanya saja La Sakosa di unggulkan dengan adanya pembangunan Pariwisata Nasional Komodo Labuan Bajo yang sedang di dorong oleh pemerintah pusat.


Hadirnya pariwisata komodo labuan bajo semakin memberikan keunggulan bagi La Sakosa untuk dikembangkan sehingga menjadi salah satu kawasan penyangga industri pariwisata dunia ini.


 ZulRohmi harus menjawab tantangan dengan mempercepat pembangunan kawasan ini dengan dukungan regulasi dan infrastruktur yang memadai. Tidak hanya itu ZulRohmi harus meninggalkan jejak sebagai penjembatan mimpi dan harapan masyarakat bagian timur NTB melalui La Sakosa.(**)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.