Sanksi Mulai Diberlakukan Pemerintah, Hj. Prayatni Imbau Relawan PAS dan Masyarkat Pakai Masker


Loteng, Media NTB - Mulai 14 September 2020 ini, Peraturan Daerah Provinsi (Perda) NTB No. 7 tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular mulai diberlakukan, salah satu hal.8 yang dilakukan pemerintah adalah menerapkan sanksi kepada siapa saja yang tidak memakai masker.


Rajia dan penindakan akan dilakukan oleh aparat gabungan, Polisi,TNI,Pol PP, jaksa dan hakim akan mulai dikerahkan untuk menegakkan aturan ini. 


Menyikapi hal ini, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Hj. Lale Prayatni dan H. Sumum mengimbau kepada seluruh tim relawan PAS Menah Tandur untuk memakai Masker dan mematuhi protokol kesehatan serta mensosialisasikan kepada masyarakat luas bahwa memakai masker itu sudah menjadi kewajiban di masa Covid-19 ini. 


Calon Bupati dari pasangan PAS ini berarap, agar seluruh tim relawan dan pendukungnya dapat menjadi contoh bagi masyarakat Lombok Tengah (Loteng) dalam hal menerapkan protocol kesehatan Covid-19 terutama kewajiban menggunakan Masker. 


"Salah satu point yang termaktub dalam Perda tersebut bahwa tidak menggunakan masker dikenakan denda Rp. 100 ,000 - Rp. 500,000., itupun berlaku untuk semua masyarkat, termasuk TNI, Poles, ASN bahkan petugas Covid-19." Jelas Hj. Prayatni.



Lebih lanjut, Hj. Prayatni menjelaskan, Masker tersebut bukan untuk sekedar menghindari denda, tapi untuk menyelamatkan kita, keluarga dan orang banyak dari virus corona yang saat ini masih melanda dunia termasuk di Loteng ini. 



"Mari kita berdo'a dan ikhtiar bersama, semoga covid-19 ini cepat berakhir di daerah dan bangsa kita tercinta." Tutupnya. 


Pantauan media ini, Pasangan PAS juga kerap membagikan masker pada pendukungnya di setiap melakukan kunjungan silaturahmi dengan masyarakat.(Fadli)  

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.