Warga Pemilik Lahan Menjerit, Ketua Umum Kelompok Masyarakat Lingkar Kuta Angkat Bicara


Loteng, Media NTB -
Terkait Proses Land Clearing lahan lintasan Sirkuit MotoGP Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mendapat pengawalan dari Aparat Kepolisian dari Polda NTB dan Polres  Lombok Tengah sempat mendapat perlawanan dan penolakan dari sejumlah warga yang masih mengklaim kepemilikan lahan di areal Sirkuit motoGP Mandalika, Jumat (11/9/2020) lalu.


Bahkan, salah seorang Ibu Warga Dusun Ujung Lauk, Desa Kuta, Kecamatan Pujut membawa dua orang anaknya pada saat proses Land Clearing Sirkuit motoGP Mandalika berlangsung diatas lahan yang diklaim masih menjadi hak miliknya di wilayah Dusun Ujung Lauk, Desa Kuta dan belum dibebaskan oleh PT. ITDC selaku pengembang KEK The Mandalika.


Sambil menggendong anaknya yang masih Bayi, Warga meronta – ronta, berteriak histeris melakukan perlawanan dan berusaha menghalang – halangi Proses Land Clearing.


Nanum sayang usaha dari Sudiati dan sejumlah warga lainnya untuk pempertahankan haknya tidak membuahkan hasil dan lahan mereka berhasil di Eksekusi Aparat Gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, dan Sat Pol PP.


Ketua umum kelopmpok Masyarakat Lalu Ibnu Hajar mengungkapkan, terkait dengan kejadian ini khususnya tanah area ring 1 Cirkuit Mandalika harus diselesaikan dengan rasa kemanusiaan, masyarakat lingkar juga manusia harus diperlakukan layaknya manusia.


Ia menegaskan jangan sampai karena kepentingan akhirnya Masyarakat lokal di tindas.


"Aparat Penegak Hukum tugasnya mengayomi dan melindungi Masyarakat bukan main gusur sapu bersih sembarangan kayak gini, Anda digaji oleh Masyarakat. Pemerintah Daerah dalam hal ini juga harus unjuk gigi dong dalam melindungi hak hak milik Masyarakat, jangan adem dan hanya jadi penonton. Tegasnya pada hari Minggu (13/9/20).(NM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.