Gubernur NTB Ingatkan Masyarakat Jaga Kondusifitas Pilkada


Lombok Utara, Media NTB – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, menghimbau seluruh masyarakat NTB agar tetap menjaga suasana yang aman, tertib, nyaman dan kondusif, khususnya menjelang pelaksanaan  Pilkada 2020, termasuk di Kabupaten Lombok Utara. 



Mantan anggota DPR RI tiga periode ini mengingatkan, jangan sampai hanya karena berbeda pilihan dan partai pengusung dalam Pilkada, justru menimbulkan gesekan-gesekan yang bisa menghilangkan persaudaraan dan persatuan.



“Jangan sampai itu terjadi ditengah masyarakat kita. Partai pengusung dan calon yang dipilih boleh beda, namun pilihan berbeda haruslah disikapi sebagai sebuah dinamika demokrasi di tengah masyarakat yang tak perlu dibesar-besarkan,” kata Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB dihadapan tokoh masyarakat, tokoh agama, adat, pemuda dan masyarakat Desa Pendua, bertempat di Aula kantor Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Jumat (23/10).



Bang Zul lebih jauh menekankan, pesta demokrasi hendaknya disikapi dengan perasaan dan pikiran yang biasa-biasa saja dan tidak menyikapinya dengan euforia berlebihan. Pilkada sebaiknya disikapi dengan momentum untuk mencari calon pemimpin daerah yang mampu menjalankan mandat dan amanah yang diberikan oleh masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.



“Pesta demokrasi sesungguhnya merupakan siklus untuk mengingatkan pemegang kekuasaan untuk nantinya tetap menjalankan amanah yang diberikan masyarakat. Termasuk yang ada dalam kepemimpinan seorang Kades ataupun Kadus itu sendiri. Harus ada pemikiran jernih bahwa yang berkuasa itu adalah masyarakat dengan pemimpin sebagai pengayom masyarakat,” ujar orang nomor satu di NTB ini.



Selain itu pria kelahiran Sumbawa ini  mengungkapkan kebiasaannya yang kerap kali berkunjung untuk menyapa masyarakat Nusa Tenggara Barat hingga ke pelosok dusun terpencil sekalipun. Pasalnya menurut Bang Zul, dirinya Bersama Wakil Gubernur Dr. Hj Rohmi Djalilah telah berjanji saat Pilkada Gubernur NTB beberapa waktu lalu untuk tetap menyapa masyarakat saat masyarakat mengamanahkannya menjadi pemimpin baru di NTB. 



“Untuk itu kami akan tetap setia untuk tetap berkunjung ke masyarakat, berkunjung ke Ponpes, desa,  dusun, bersilaturahmi ke tokoh agama, pemuda sebagai bentuk kecintaan kami kepada masyarakat. Dan itu diinginkan oleh hampir semua dusun dan desa di NTB,” ujarnya. 



Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kerendahan hati untuk bisa setia melayani masyarakat. Ia menekankan pentingnya merubah paradigma pemimpin, dari yang dilayani menjadi pelayan masyarakat. 



“Paradigma inilah yang ingin kita rubah, agar seorang pemimpin harus trajin turun menyapa masyarakat. Kita sadari betul menjadi seorang pemimpin baik Gubernur, Bupati, Kades, Kadus bahkan seorang Presiden sekalipun adalah kerendahan hati untuk tetap setia menjadi pelayan masyarakat, bukan seperti raja yang ingin dilayani. Jadi harapan kami mudah-mudahan kedatangan kami bukanlah yang terakhir. Namun ingin tetap mendorong masyarakat di KLU ini untuk tetap optimis menjemput kemajuan dan harapan. Dengan demikian Lombok Utara bisa menjadi episentrum kemajuan bagi daerah-daerah lainnya di NTB,” tutup Gubernur.



Sementara itu Kades Pendua, M Abu Agus Salim Tohirudin, mengungkapkan kegembiraannya bersama masyarakat Pendua karena dikunjungi Gubernur. Harapannya dengan kujunjungan Gubernur ini akan semakin memberikan semangat bagi masyarakat untuk terus berbenah membangun desa Pendua menjadi desa yang lebih maju dan berkembang seperti desa-desa lainnya di Lombok Utara.(NM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.