DPM STIT Sunan Giri Bima, Adakan Seminar Kemahasiswaan


Bima, Media NTB - Dewan perwakilan Mahasiswa (DPM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima. Menggelarkan kegiatan seminar kemahasiswaan.



Kegiatan yang berlangsung di aula STIT Sunan Giri Bima ini mengangkat tema, Kapitalisme Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Pihaknya juga menghadirkan dua pemateri diantaranya Mulyadin M.Pd membahas tentang, sejarah ideologi kapitalisme serta jenis dan dan ciri-ciri kapitalisasi pendidikan. Sementara Syekh Faturrahman S.HI, MH. Membahas sistem kapitalisasi pendidikan dalam hukum islam.



Walaupun kondisi pendemi Covid-19 tengah merambat saat ini, namun mahasiswa justru tidak bisa menjadikan itu sebagai hambatan dalam melakukan diskusi maupun kegiatan seperti ini. Asalkan bisa memenuhi protokol kesehatan untuk keamanan bersama.



"Tujuan kegiatan ini untuk membuka kembali cakrawala berfikir mahasiswa, bahwa dengan menelaah seluruh sistem pendidikan saat ini. Sehingga mahasiswa dapat mengetahui ciri-ciri dan jenis sistem pendidikan berbasis kapitalisme. Tentu untuj mengetahui hukum kapitalisasi pendidikan dalam perspektif islam" kata Alvina ketua DOM dalam sambutannya. Rabu (18/11/20).



Selain itu kata Alvin, bahwa terapan pendidikan kapitalisme dapat dinilai dengan adanya syarat-syarat, untuk bisa mengenyam pendidikan di berbagai perguruan tinggi kelas bergengsi yang syarat akan biaya cukup tinggi.



Sementara itu, ketua STIT Sunan Giri Bima Dr. Syukri Abubakar M.ag mengatakan bahwa, kapitalisasi pendidikan itu sebenarnya sudah banyak dibeberapa perguruan tinggi. 



"Kapitalisme itu adalah pemilik modal yang mendominasi sistem pendidikan di perguruan tinggi, sehingga dibuatkanlah syarat-syarat tertentu. Bahwa untuk melanjutkan pendidikan di kampus-kampus begrgengsi, jaminan fasilitas memadai, para pendidiknya berkompeten. Maka diperlukan uang yang banyak bahkan sampai puluhan dan ratusan juta, namun tergantung jurusan atau bidang apa yang diambil" jelasnya



Menurutnya, ini merupakan ciri-ciri kapitalisasi pendidikan yang menjadikan lembaga pendidikan sebagai basis ekonomi berkeuntungan.



Dirinya juga merasa bangga dengan adanya kegiatan yang ada diadakan oleh pengurus DPM STIT Sunan Giri Bima. Apalagi kegiatan seperti ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa.(Ucok)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.