Gubernur Gagal Cegah Kerusakan Hutan dan Abai Tangani Banjir Bima dan Dompu


Bima, Media NTB - Awal tahun 2021, sejumlah wilayah di Provinsi NTB dilanda banjir. Tidak hanya daerah di Pulau Sumbawa, seperti Kabupaten Bima, Kota Bima Dompu dan Sumbawa. Musibah banjir juga melanda Lombok Tengah dan Lombok Barat.



Seorang warga Kecamatan Wawo, Sultan menilai musibah banjir yang terjadi di NTB terutama di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu karena Gubernur NTB, Dr. Zulkifliemansyah yang apatis dan mengabaikan kerusakan hutan.



Sebab Mantan Pengurus HMI Cabang Bima ini, musibah banjir yang terjadi di tiga daerah itu akibat gundul hutan wewenang Pemprov NTB, yang kini berubah menjadi area atau lahan untuk menanam jagung.



"Sebagai pihak berwenang mengurus hutan, Gubernur harus tegas bersikap. Jangan abai apalagi apatis," ujarnya.



Disamping itu, Sekertaris Team The Man Gemilang Zul-Rohmi ini juga menilai responsif Gubernur saat musibah banjir hanya setengah hati. Tidak seperti banjir di Lombok, Gubernur langsung ke lokasi dan memberikan bantuan.



"Saat banjir di Kota Bima dan Dompu gubernur tak terlihat, justru mengupload foto-foto bersama investor di luar daerah," katanya.



Disamping itu, Ia melihat, sudah tiga tahun kepemimpinan Zul-Rohmi tapi belum terlihat kebijakan dan program yang menyentuh sektor lingkungan terutama berkaitan mengatasi kerusakan hutan dan banjir.



"Yang saya lihat, pak Gubernur berbicara tentang Industrialisasi. Itupun hanya wacana karena belum ada hasilnya," katanya.



Sultan mengapresiasi ide dan gagasan Gubernur tentang industrialisasi itu. Hanya saja, konsep tersebut harus didukung dan ditunjang Sumber daya manusia (SDM) yang memadai. 



"Yang zero waste saja belum tuntas dan tidak jelas arahanya, apalagi industrialisasi ini," ujarnya.



Ia mempertanyakan program Gubernur soal industrialisasi itu. Pasalnya hal itu tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat NTB yang notabene dominan petani dan nelayan.



"Pemimpin harus menampung aspirasi warganya. Bukan malah terbalik, bekerja sesuai pikiran sendiri. Saya menduga Gubernur ini bekerjasama dengan investor-investor untuk mendapatkan keuntungan pribadi," tutupnya. (Ucok)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.