Proyek Bronjong di Kelurahan Dodu Dibuat Asal Jadi, Hanya Menghabiskan Anggaran Negara


Bima, Media NTB - Proyek pembuatan bronjong penahan arus aliran sungai di Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima, terkesan dibuat asal jadi.


Pasalnya, pembuatan bronjong tersebut tidak memiliki papan informasi yang dipasang. Juga material yang keluar dari sungai, dibuang begitu saja di areal persawahan milik masyarakat setempat.


"Seharusnya material dipakai untuk penimbunan, justeru tidak dirapikan dan dibuang begitu saja di lahan persawahan masyarakat setempat," kata Muajin SH., tokoh masyarakat kelurahan Dodu saat dikonfirmasi oleh media ini di kediamannya Rabu (20/10/21).


Diakuinya, padahal untuk material ini ada anggarannya tersendiri untuk dirapikan. Tapi pihak pekerja Subkon dan kontraktor tidak peduli dengan keadaan material tersebut.


Bahkan yang lebih parah bronjong ini terlihat rapi, tapi batu yang dipakai itu batu kasar dan banyak yang kecil. Karena belum terkena air sungai dan hujan sudah hancur seperti tanah.


"Kami sudah komplain dari awal terkait dengan batu yang dipasang untuk bronjong itu. Bahkan kami meminta agar di bongkar kembali supaya menggunakan batu yang layak dan tahan lama," tegasnya.


Mantan ketua LPM Dodu yang akrab disapa Ajis ini menjelaskan, sementara kawat bronjong juga tidak menggunakan sekat tengah. Yang seharusnya dipasang sekatnya biar tahan lama, meskipun dihantam oleh banjir.


"Saya rasa pekerjaan bronjong ini hanya menghabiskan anggaran negara saja. Karna nominalnya itu tidak main-main, itu mencapai 8 miliar lebih," ucapnya.


Sementara papan informasi serta gambar pekerjaan juga tidak pernah di pasang mulai awal kerja hingga selesai. Sebab kata Ajis, masyarakat juga ingin tau terkait dengan pekerjaan bronjong ini.

 

"Intinya pekerjaan bronjong ini hanya dibuat asa jadi,, tapi tidak memikirkan anggaran negara yang habis". Tutupnya (Ucok)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.