Header Ads

Penemuan Potongan Mayat Menggegerkan Warga Kota Bima

Potongan Kaki Korban Mutilasi yang ditemukan Warga kota Biam Selasa (27/09/2016).
Kota Bima, Samadapos.com – Penemuan Potongan Potongan Mayat korban pembunuhan kejam dengan cara mutilasi di kota Bima, NTB menggegerkan warga setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun samadapos.com, penemuan potongan tubuh manusia ini oleh 3 gadis yang sedang asyik selfy (foto-foto) di Jalan lintas keluarah Kolo, sekitar pantai Ule dekat pemandian Bima Tirta kelurahan Jatiwangi kecamatan Asa kota, Kota Bima pada Selasa (27/09/2016) sekitar pukul 18: 00 Wita.

Baca Juga: Penemuan Mayat Seorang Kakek Menggegerkan Warga Desa Monggo

Setelah menemukan potongan mayat tersebut, ketiga gadis ini kemudian melaporkan temuannya kepada warga sekitar. Selanjutnya oleh warga setempat kemudian langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian yang tidak jauh dari lokasi penemuan mayat yakni Polsek Asa Kota.

Warga yang penasaran melakukan penyisiran, alhasil beberapa potongan tubuh lainnya kembali ditemukan tak jauh dari lokasi penemuan pertama. Potongan potongan mayat ini dimasukkan kedalam karung dan kondisinya sudah membengkak.

Saat ditemukan warga, pototngan kaki mayat korban mutilasi ini masih mengenakan celana jeans dan sepatu.

Polisi yang telah mendapatkan laporan warga langsung terjun ke lokasi. Pada Selasa malam, (27/09/2016) beberapa saat setelah ditemukan potongan mayat tersebut, petugas dari Polres Bima kota langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Oleh Petugas, potongan mayat tersebut langsung dibawa ke RSUD Bima untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil identifikasi sementara, diduga kuat korban merupakan tukang ojek bernama Husen alias Jon (32) warga keluarahan Na'e kota Bima.

Dari kondisi potongan mayat tersebut, diduga telah dimutilasi 2 hari yang lalu oleh pelaku yang belum diketahui.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari polres Bima kota masih melakukan penyelidikan  guna mengungkap misteri siapa pelaku sadis yang tega memutilasi korbannya ini. (SP.01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.