Header Ads

Moralitas Pendidikan Abad 21 di Tengah Arus Revolusi Industri 4.0.


Penulis : Saiful Anhar, Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)


Abad 21 Adalah Suatu abad yang sangat berbeda dari abad-abad sebelumnya suatu abad yang mengkonstruksi pola peradaban kehidupan umat manusia yang ditandai dengan adanya transformasi besar-besaran dari masyarakat agraris menuju masyarakat industri dan berlanjut pada masyarakat yang berpengetahuan yang di bangun atas dimensi kecanggihan teknologi, informasi dan komunikasi yang begitu cepat. 



Yasraf Amir Piliang dlm suatu jurnalnya tentang "Masyarakat Informasi dan Digital" menjelaskan bahwa kecanggihan teknologi informasi telah menciptakan sebuah 'ruang baru' yg bersifat artifisial dan maya yaitu "Cyberspace". Cyberspace telah mengalihkan berbagai macam aktivitas manusia (Politik, sosial, ekonomi, kultural, agama, pendidikan dll) dari dunia nyata ke dunia maya, sebuah migrasi besar besaran yang tengah berlangsung dalam kehidupan manusia dari "jagad nyata" ke "jagad maya" dari kehidupan di ruang nyata menuju kehidupan ke ruang maya. 



Dari rentetan peristiwa revolusi industri yang terjadi di belahan Dunia dengan ragam penemuannya yang dimulai sejak abad 18, 19, 20 sampai di abad 21 yaitu revolusi industri 1.0 revolusi industri 2.0, 3.0 dan 4.0 telah mengubah wajah peradaban kehidupan umat manusia yang membawa sejumlah perubahan dari berbagai aspek salah satunya adalah aspek pendidikan. 



Dalam aspek pendidikan pengaruh teknologi informasi dan komunikasi sangat kuat hal ini menuntut adanya kemampuan sejumlah komponen pendidikan untuk mampu beradaptasi dengan sejumlah perkembangan kecanggihan teknologi yg ada serta menjadikan teknologi sebagai peluang untuk mempercepat penguatan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dan berdaya saing secara Global, di tengah arus globalisasi yang telah melipat ruang interaksi antar peradaban dari berbagai negara, dan pada saat yang sama akan membuka ruang kompetisi dan persaingan antar negara bangsa. 



Di tengah arus globalisasi yang telah melipat ruang interaksi di berbagai belahan dunia Zuhal dan Naisbitt menjelaskan bahwa salah satu fenomena penting dari globalisasi dan digitalisasi telah melahirkan generasi "Gadged" atau iGeneration, Generasi Net, suatu generasi yang dalam dunianya selalu bersinggungan dengan High-tehnology yang menjadi bagian penting yang menggabarkan kehidupan generasi kekinian. 



Dalam teori generasi (Generation Theory) yang dikemukakan oleh Graeme Codrington dan Sue Grant Marsall, Menjelaskan 5 lintas generasi berdasarkan tahun kelahirannya yaitu:
1. Baby Boomer lahir tahun (1946-1964).
2. Generasi X lahir tahun (1965-1980)
3. Generasi Y (Millenial) lahir tahun (1981-1994).
4. Generasi Z Lahir tahun (1995-2010).
5. generasi Alfa lahir tahun (2011-2025).



Berdasarkan dari teori lintas generasi tersebut, 3 generasi terakhir yaitu generasi Y (Millenial), Generasi Z dan Generasi Alfa adlh generasi  dalam ruang kehidupannya selalu bersinggungan dengan kecanggihan tekhnologi dan lebih banyak beraktivitas dalam ruang kehidupan jagad Maya, di dalamnya generasi ini bersosialisasi dan melakukan berbagai macam internalisasi nilai, dan membentuk sejumlah prilaku yang positif dan negartif, etik dan tidak etik dan moral dan imoral. 



Oleh karena itu Prospek pendidikan di Abad 21 yaitu Pendidikan harus berenang secara kuat diatas samudera etika dan nilai moral,  Pembangunan moralitas bangsa harus menjadi agenda prioritas di tengah arus globalisasi dan kecanggihan tekhnologi yang ada, sebab peradaban bangsa yang kuat adalah lahir dari moralitas dan nilai etik yang kuat, begitupun sebaliknya keruntuhan moralitas bangsa adalah awal dari tanda-tanda keruntuhan peradaban bangsa. 



Abad 21 Adalah Suatu abad yang sangat berbeda dari abad-abad sebelumnya suatu abad yang mengkonstruksi pola peradaban kehidupan umat manusia yang ditandai dengan adanya transformasi besar-besaran dari masyarakat agraris menuju masyarakat industri dan berlanjut pada masyarakat yang berpengetahuan yang di bangun atas dimensi kecanggihan teknologi, informasi dan komunikasi yang begitu cepat. 



Yasraf Amir Piliang dlm suatu jurnalnya tentang "Masyarakat Informasi dan Digital" menjelaskan bahwa kecanggihan teknologi informasi telah menciptakan sebuah 'ruang baru' yg bersifat artifisial dan maya yaitu "Cyberspace". Cyberspace telah mengalihkan berbagai macam aktivitas manusia (Politik, sosial, ekonomi, kultural, agama, pendidikan dll) dari dunia nyata ke dunia maya, sebuah migrasi besar besaran yang tengah berlangsung dalam kehidupan manusia dari "jagad nyata" ke "jagad maya" dari kehidupan di ruang nyata menuju kehidupan ke ruang maya. 



Dari rentetan peristiwa revolusi industri yang terjadi di belahan Dunia dengan ragam penemuannya yang dimulai sejak abad 18, 19, 20 sampai di abad 21 yaitu revolusi industri 1.0 revolusi industri 2.0, 3.0 dan 4.0 telah mengubah wajah peradaban kehidupan umat manusia yang membawa sejumlah perubahan dari berbagai aspek salah satunya adalah aspek pendidikan. 



Dalam aspek pendidikan pengaruh teknologi informasi dan komunikasi sangat kuat hal ini menuntut adanya kemampuan sejumlah komponen pendidikan untuk mampu beradaptasi dengan sejumlah perkembangan kecanggihan teknologi yg ada serta menjadikan teknologi sebagai peluang untuk mempercepat penguatan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dan berdaya saing secara Global, di tengah arus globalisasi yang telah melipat ruang interaksi antar peradaban dari berbagai negara, dan pada saat yang sama akan membuka ruang kompetisi dan persaingan antar negara bangsa. 



Di tengah arus globalisasi yang telah melipat ruang interaksi di berbagai belahan dunia Zuhal dan Naisbitt menjelaskan bahwa salah satu fenomena penting dari globalisasi dan digitalisasi telah melahirkan generasi "Gadged" atau iGeneration, Generasi Net, suatu generasi yang dalam dunianya selalu bersinggungan dengan High-tehnology yang menjadi bagian penting yang menggabarkan kehidupan generasi kekinian. 



Dalam teori generasi (Generation Theory) yang dikemukakan oleh Graeme Codrington dan Sue Grant Marsall, Menjelaskan 5 lintas generasi berdasarkan tahun kelahirannya yaitu:
1. Baby Boomer lahir tahun (1946-1964).
2. Generasi X lahir tahun (1965-1980)
3. Generasi Y (Millenial) lahir tahun (1981-1994).
4. Generasi Z Lahir tahun (1995-2010).
5. generasi Alfa lahir tahun (2011-2025).



Berdasarkan dari teori lintas generasi tersebut, 3 generasi terakhir yaitu generasi Y (Millenial), Generasi Z dan Generasi Alfa adlh generasi  dalam ruang kehidupannya selalu bersinggungan dengan kecanggihan tekhnologi dan lebih banyak beraktivitas dalam ruang kehidupan jagad Maya, di dalamnya generasi ini bersosialisasi dan melakukan berbagai macam internalisasi nilai, dan membentuk sejumlah prilaku yang positif dan negartif, etik dan tidak etik dan moral dan imoral. 



Oleh karena itu Prospek pendidikan di Abad 21 yaitu Pendidikan harus berenang secara kuat diatas samudera etika dan nilai moral,  Pembangunan moralitas bangsa harus menjadi agenda prioritas di tengah arus globalisasi dan kecanggihan tekhnologi yang ada, sebab peradaban bangsa yang kuat adalah lahir dari moralitas dan nilai etik yang kuat, begitupun sebaliknya keruntuhan moralitas bangsa adalah awal dari tanda-tanda keruntuhan peradaban bangsa. Wallahualallam bisawab..

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.