Header Ads

Pemprov NTB Launching Program Pembiayaan Khusus UMKM Bank NTB Syariah


Mataram, Media NTB - Dalam upaya mendukung semangat memulai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di NTB, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.,M.Sc meluncurkan dan melaunching program pembiayaan khusus UMKM Bank NTB Syariah. 



Gubernur NTB yang biasa disapa Dr. Zul dalam sambutan mengatakan, Launching dan peluncuran Khusus UMKM ini semata mata dilakukan sebagai upaya untuk mempermudah UMKM yang ada di NTB. Dengan harapan UMKM di NTB bisa terbantukan dalam mendapatkan dana awal untuk memulai sebuah usaha. 



"Saya berharap dengan program ini, semua UMKM yang ada di NTB bisa terbantukan, dan  semoga bisa menambah semangat mereka dalam memulai bisnis dan usahanya" Kata Dr. Zul saat acara Peluncuran Pembiayaan Skema Khusus UMKM Bank NTB Syariah, di Gedung Graha Bakti, Jum'at, 15/05/2020.



Sebelumnya, Direktur Bank NTB Syariah, Ir. Kukuh Raharjo dalam Presentasenya menjelaskan, ada tiga klaster yang menjadi sektor utama penggerak sektor ekonomi yang ada di NTB, yaitu meliputi sektor pertanian, industri dan pariwisata, dan bila dilihat dari skala usah, maka ada tiga klaster usaha yang ada di NTB. 89,77% adalah mikro, 10,16% adalah usaha kecil, 0,25% adalah sektor menengah yang saat ini terdampak dengan pendemik Covid19 adalah lebih banyak usaha mikro dan usaha kecil.



Ada dua skema khusus yang akan digelontorkan, yang pertama adalah pemberian penundaan pokok dan kapitalisasi marjin dalam satu tahun dan angsuran mulai dibayar tahun ke dua sampai dengan akhir jangka waktu yang kedua penyesuaian yang semula dari 30% menjadi 10%, dan itu juga bisa diambil dari pembiayaan yang ada, khususnya untuk pembiayaan kontraktor pengadaan barang dan jasa dari Pemprov ataupun Pemda.



"Simulasi yang kami lakukan adalah, apabila ada UMKM yang mengajukan pembiayaan sebesar Rp. 25000.000, maka kami sudah berhitung untuk 12 bulan kedepan, kapitalisasi marjin yang akan terbentuk adalah sebesar Rp.4500.000. Dan Rp. 4500.00 juta ini akan dijumlahkan dengan pokok pembiayaannya sehingga pokok pembiayaannya akan berjumlah Rp.29500.000. Rp.29500.000 ini akan dibayarkan secara bertahap sesuai dengan pola angsurannya, misalnya dengan jangka waktu 5 tahun, berarti untuk 4 tahun kedepan angusarannya hanya sebesar Rp. 821.000" Jelas Kukuh Raharjo.



Terakhir, Raharjo sapaan akrabnya menjelaskan bahwa dua langkah yang akan dilakukan jika program ini dilaunching oleh Gubernur NTB, yang pertama dirinya mengharapkan adanya kerja sama dari dinas dengan bank NTB wabil khusus untuk memberikan rekomendasi UMKM yang bisa atau memenuhi ketentuan atau syarat memperoleh pembiayaan yang tadi disebutkkan. Yang kedua pihaknya akan proaktif menghubungi UMKM untuk melengkapi persyaratan kemudian dilakukan analisa sampai dengan akad dan pencairan.(Mus)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.