Header Ads

Cekcok Saat Dirazia, Anggota TNI Diduga Dikeroyok Polantas di Dompu

Ratusan Warga Dompu Yang Penasran Berkumpun Usai Kejadian.

DOMPU, Media NTB – Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merupakan Anggota Yonif 611/Awang long Kodam VI Mulawarman Kalimantan, Pratu Arif Rahmad asal Kelurahan Dorotangga Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu yang sedang menjalani masa Cuti diduga kuat dikeroyok oleh beberapa Oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Dompu yang sedang melakukan razia kelengkapan surat-surat kenderaan bermotor di Taman Bundaran Depan RSUD Dompu, Jum’at, 13/10/2017.


Berdasarkan Informasi dari saksi mata kejadian tersebut yang dihimpun oleh media NTB. Pas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) berawal dari Pratu Arif Rahman selaku korban sedang melintas dengan menggunakan helm, sementara yang dibonceng seorang perempuan yang merupakan Bibinya Ma’ani tidak menggunakan helm, mereka hendak munuju Rumah sakit menjengung sang ibu yang sedang sakit di RSUD Dompu, lalu diberhentikan oleh Bripka Hadi Arianto anggota Sat Lantas Polres Dompu.


Hadi Arianto menanyakan surat - surat serta kelengkapannya, lalu Arif Rahman menunjukan surat-surat atau kelengkapan kendaraan, serta sempat menunjukan Kartu Tanda Anggota (KTA) lalu terjadi adu argument dan cek cok. Tidak lama kemudian beberapa anggota lainnya dari Sat. Lantas Polres Dompu melakukan pengeroyokan, ada yang pegang dari belakang, ada yang yang melakukan jotos sampai Arif Rahman tidak bisa berkutik dan tidak berdaya lagi.


Akibat insiden itu, Arif Rahman selaku korban mengalami luka memar di peluput mata dan pipi serta terlihat robekan baju kaos yang sedang dia gunakan pada saat kejadian karna  diduga akibat dari  insiden yang memalukan tersebut.


Ma’ani yang dibonceng juga merupakan saksi mata dalam insiden tersebut, kepada Awak Media menceritakan bahwa kejadian itu berawal menuju ke RUSD Dompu hanya karna saya yang di belakang tidak menggunakan helm.


“Pengendara (anggota TNI) memakai helm kok, saya yang dibelakang aja yang tidak memakai helm karena tadi keburu-buru jenguk ibu yang berbaring lemah di RSUD,” kesalnya.


Lebih jauh Ma’ani menceritakan awal mula kejadian tersebut sampai terjadi pengeruyukan terhadap Arif Rahman.


“Awalnya dimintai SIM, kemudian saling cekcok dan berakhir pengeroyokan. Ada yang pegang dari belakang dan ada juga yang pukul. Ini sungguh keterlaluan, masa sesama aparat diperlukan seperti itu. Coba tadi saya punya handphone android pasti saya videokan,” cerita Ma’ani kepada beberapa Awak Media.


Selang beberapa menit kemudian setelah keadaan sudah redah, salah satu Anggota dari TNI yang merupakan teman dari Arif Rahman datang ngamuk di TKP untuk mencari Satlantas yang berkaitan untuk balas dendam tetapi tidak menemukan anggota yang mereka cari, namun mereka melihat anggota Polres Dompu yang sedang berjaga di Kantor Cabang BNI Dompu yaitu Briptu Edo Mardianto (anggota Sat Sabhara Polres Dompu) dan Bripda Arthayasa (anggota PAM Obvit Polres Dompu) dan ingin menyerangnya.


Sempat terdengar suara tembakkan 1 kali yang dilakukan oleh anggota TNI Dan Unit Intel Kodim 1614 Dompu, Lettu Kav, M. Kasim untuk menghindari amukan warga yang ingin menyerang dua anggota kepolisian dan demi untuk menyelamatkan aset Negara dan Dua anggota kepolisian yakni Briptu Edo Mardianto (anggota Sat Sabhara Polres Dompu) dan Bripda Arthayasa (anggota PAM Obvit Polres Dompu) yang sedang menjaga di Kantor Cabang BNI Dompu. Kemudian kejadian tersebut dapat diredam kembali.


Pantauan langsung oleh Media NTB, Akibat kejadian tersebut para pengguna Jalan Raya macet total dan jam layanan Kantor Cabang BNI Dompu terhambat.


Beberapa waktu kemudian pihak TNI dan Polri segera menggelar pertemuan dan mediasi yang digelar di Makodim 1614 Dompu.


Dalam pertemuan tesebut sekitar pukul 15.00 wita, disaksikan oleh Pasi Intel Kapten Hamzah,  Kasat Intelkam Iptu Abdul Haris, Kasat Lantas iptu Gede Sukarta, SH, KBO Intel Ipda Makrus, Kanit intel Lettu M. Kasim,  Kasub POM Bima Letda Tio Pambudi serta kedua anggota Bripka Hadi Haryanto, dan Pratu Arif Rahman.



Hasil dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak bersepakat bahwa kejadian yang terjadi hanya kesalah pahaman, Kapolres Dompu AKBP Jon Wesly A, SIK menanggapi hal tersebut mengatakan “Hal tersebut telah dianggap selesai dan kedua anggota telah saling meminta maaf, serta bersedia membubuhkan tanda tangan diatas surat pernyataan” tutupnya.(Poris)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.