Header Ads

Kadis PU Dompu Optimis Pekerjaan Proyek Tidak Ada Kendala



DOMPU, MediaNTB.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kabupaten Dompu, Ir. Abdul Muis, belum lama ini mengaku bahwa semua pekerjaan proyek yang ada di wilayah Kabupaten Dompu hampir tidak mengalami kendala. Kalaupun ada kendala itu bukan karena factor kesengajaan, akan tetapi itu disebabkan oleh factor alam saja.

”Semua pekerjaan proyek di Dompu tahun 2016 ini tidak ada kendala. Hanya saja, kalaupun ada kendala itu karena pengaruh musim hujan saja,” ungkap Abdul Muis, saat diwawancarai wartawan di halaman kantor PU Dompu, Sabtu (3/12/2016).

Ditambahkan Kadis PU, tidak bisa dipungkiri karena musim hujan ada beberapa pekerjaan proyek yang mengalami kendala. Hanya saja, jumlahnya tidak terlalu banyak alias satu dan dua saja. Untuk mengantisipasi kendala tersebut, pihaknya akan membuat skenario supaya pekerjaan tersebut bisa selesai.

”Rencananya habis apel ini, saya mau turun untuk melihat salah satu kegiatan pekerjaan proyek yang terhambat karena musim hujan,” ujarnya.

Kadis PU menyebutkan, intinya dari sekian pekerjaan proyek di dompu tidak ada masalah bagi pihaknya. Kalaupun ada masalah, sambung dia, undang – undang sudah mengatur bahwa apabila ada kendala dan masalah dalam pekerjaan yang bukan karena unsure kesengajaan, maka masih ada waktu sebanyak 50 hari untuk memperbaiki pekerjaan tersebut.

”Hanya saja selama 50 hari tepatnya setelah tahun anggaran 2016, pekerja harus diwajibkan untuk membayar denda. Jadi intinya, sudah ada kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah pusat,” katanya.

Dari sekian pekerjaan proyek di dompu tahun 2016 ini apakah tidak ada pekerjaan proyek yang dinyatakan CCO…? Kadis PU menjelaskan, untuk item itu tidak ada di Dinas PU. Kontrak di Dinas PU Dompu ini, kata dia, adalah kontrak unit price yang memungkinkan untuk dirubah.

”Misalnya tiba – tiba ada banjir. Dimana pekerjaan proyek dari kondisi banjir tahun ini mengharuskan kita untuk merubah dan itu tidak ada masalah. Tapi kalau merubah dengan sengaja untuk menghindari atau menguntungkan salah satu pihak itu tidak boleh dan  semua itu harus balance. Saat ini kami sedang aktif untuk melakukan pemantuan terhadap kegiatan pekerjaan proyek yang telat gara – gara kondisi hujan,” terangnya.

Dinas Pekerjaan Umum Dompu mengalami sedikit kendala pada tahun 2017 nanti. Dimana kendala tersebut disebakan karena berkurangnya droping dana DAK. Dan kekuranganya hampir mencapai setengah dari jumlah Tahun 2016.”Intinya dana DAK tahun 2017 ada penurunan dibandingkan tahun 2016 ini,” Akunya.

Akan tetapi sambung Kadis PU, di tahun 2017 nanti pihaknya akan lebih focus karena khusus untuk perumahan akan diarahkan ke dinas tersendiri.”Kami berharap dengan pengalaman ini (cuaca yang tidak menentu), di tahun 2017 tepatnya bulan Maret nanti, saya berencana semua semua sudah harus tender. Jadi pelaksanaan kegiatan pekerjaan proyek harus star (dimulai) pada bulan Mei dan Juni, sehingga hal – hal yang menjadi kendala bisa diantisipasi, kecuali APBD tambahan,” paparnya.

Maka itu, terkait APBD tambahan Kadis PU berharap kepada pemerintah, legislatif dan esekutif agar bisa mempercepat proses pembahasan APBDP.”Kalau pembahasan dilakukan cepat maka  proses pelaksanaan proyek yang masuk dalam APBDP tersebut bisa tepat waktu. Maka itu kami berharap proses pembahasan itu bisa dipercepat,” harapnya.

Disinggung apakah di tahun 2017 nanti Dinas PU Dompu tidak mengalokasikan anggaran untuk penuntasan masalah kekeringan air bersih yang terjadi di beberapa wilayah di Dompu..? Kadis PU mengaku, kalau air bersih sepanjang sesuai dengan speak atau jukla – juknis dari dana DAK, itu tidak akan ada masalah bagi dinas PU Dompu. Cuman, kata dia,  kekurangan – kekurangan yang tidak bisa dikerjakan dengan dana DAK itulah interfensi APBD.

“Tahun ini kami cukup bangus merespon persaoalan kekeringan air bersih tersebut. Dibeberapa wilayah yang kering akan masuk melalui program. Baik program dekon maupun program dinas PU, jadi ada kombinasi misalnya di Desa Mbawi Bornya oleh Sani Mas (dekon) dan kami dinas pu yang menyiapkan jaringan. Jadi semua wilayah kering itu terdekteksi semua dan hanya belum yaitu di wilayah maulana. Tapi kami berharap ada intervensi PDAM. Namun kalau saatnya nanti tidak ada, kami berharap juga dengan dana APBD kami bisa mengerjakanya, termasuk di wilayah Desa Baka Jaya Dompu yang juga menjadi prioritas utama untuk menyelesaikan masalah kekeringan air bersih. Akan tetapi item itu harus terlebih dahulu ada suport dan permintaan dari PDAM Dompu,” tandasnya.(Sahrul)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.